Polisi Masih Bungkam soal Temuan Baru Radioaktif di Tangsel

CNN Indonesia | Senin, 24/02/2020 23:43 WIB
Polisi Masih Bungkam soal Temuan Baru Radioaktif di Tangsel Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan pengangkutan sisa-sisa zat radio aktif yang ditemukan di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi masih bungkam soal temuan zat radioaktif yang kembali ditemukan di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan pada Senin (24/2). Kapolres Tangerang Selatatan, AKBP Iman Setiawan hanya menjelaskan tim gabungan masih melakukan dekontaminasi dan pengetatan di sekitar lokasi penemuan.

Iman enggan menjelaskan secara lebih rinci terkait penemuan tersebut, termasuk soal jenis zat radioaktif yang ditemukan.

"Nanti hasil penyelidikan akan kami sampaikan," ujar Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Setiawan saat dikonfirmasi, Senin (24/2).


Tim gabungan, kata dia, saat ini melakukan dekontaminasi di lokasi penemuan zat radioaktif di rumah Blok A Nomor 22 Perumahan Batan Indah.
Tim gabungan diketahui terdiri dari Bareskrim Polri, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), serta unit Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) Gegana.

Selain itu, dikatakan Iman, tim gabungan juga telah melakukan pengamanan di sekitar area komplek perumahan. Hal itu dilakukan lantaran proses penyelidikan terkait penemuan zat radioaktif tersebut masih terus dilakukan.

BATAN diketahui terus melakukan proses pembersihan sisa-sisa zat radioaktif yang ditemukan pada sebidang tanah di Perumahan BATAN Indah, Serpong, Tangerang Selatan.

[Gambas:Video CNN]

"Kegiatan pagi ini merupakan bagian kelanjutan dari kegiatan clean up sebelumnya," kata Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Heru Umbara, dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/2).

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan oleh Bapeten menyatakan dua dari sembilan warga Perumahan Batan terkontaminasi zat radioaktif jenis cesium-137.

"Jadi dari 9 itu 7 orang enggak terukur, sedangkan ada 2 orang yang terukur," kata Sekretaris Utama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Hendriyanto Hadi Tjahyono di Gedung Balai Kota Tangerang Selatan, Jumat (21/2).

Namun, menurut Hadi kontaminasi cesium-137 terhadap dua warga tersebut nilainya sangat kecil dengan nilai rincian masing-masing 0,12 dan 0,5 milisievert. (dis/ain)


BACA JUGA