Noval, warga sekitar BKT, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bukan hal baru.
"Biasa ini mah menggenang, tadi pagi sempat lebih tinggi lagi hampir meluap," kata dia, saat berbincang dengan CNNindonesia.com di sekitaran BKT, Selasa (25/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Noval pun memprediksi ketinggian air di BKT akan berangsur-angsur menurun jika hujan berhenti.
Ditemui terpisah, Ketua Regu Pembersihan BKT-Puloebang Tommy menjelaskan bahwa ketinggian muka air di BKT membuat jembatan berbahan high-density polyethylene (HDPE) yang digunakan untuk menahan sampah agar tak melaju ke laut menjadi putus.
[Gambas:Video CNN]
Hal itu membuat petugas kebersihan dari UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup harus mengangkut sampah secara manual.
"Tadi sekitar pukul 05.30 WIB putus, kami sudah ngangkutin sampah sampai 24 kubik atau 3 mobil typer kecil," kata dia.
Kanal banjir timur. (CNN Indonesia/Michael Joshua) |
"Supaya sampahnya enggak mengalir ke laut," imbuh Tommy.
Pihaknya tak berani ambil risiko menyambung penyaring sampah itu karena air masih tinggi sekitar dua kali lipat dari yang biasanya, yakni 2 meter.
Lihat juga:Hujan Deras dan Rasa Cemas Warga Jakarta |
Pantauan CNNIndonesia.com, sembilan orang petugas tengah membersihkan pesisir BKT. Jembatan penyaring sampah yang putus itu pun belum disambung kembali.
Beberapa sampah yang dikumpulkan oleh petugas beragam, mulai dari kayu-kayu yang sudah tak terpakai hingga sampah-sampah plastik.
Tampak terparkir juga satu buah kendaraan amfibi pengangkut sampah yang tak dapat digunakan hingga ke area tengah BKT. Kendaraan tersebut digunakan untuk mengambil sampah-sampah besar yang terbawa arus.
(mjo/arh)
Kanal banjir timur. (CNN Indonesia/Michael Joshua)