Empat Remaja Hanyut di Kali usai Banjir di Tangsel

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 20:59 WIB
Empat remaja melompat ke kali dan hanyut terbawa arus usai banjir menerjang Komplek Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Dua orang belum ditemukan. Ilustrasi banjir. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Empat remaja dilaporkan hanyut di sungai yang berada di Komplek Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten Selasa (25/2). Mereka hanyut saat menceburkan diri ke kali usai banjir menerjang Komplek Pondok Maharta.

Keempat remaja itu, yakni Nazar (13), Desta (12) Agus (14), dan Rian (13). Dari empat korban itu, Nazar dan Desta masih belum ditemukan, sedangkan Agus dan Rian berhasil selamat.

"Berempat loncat dari jembatan ke kali, dua terselamatkan dan dua lagi hanyut," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Ade Wahyudi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (25/2).


Proses pencarian terhadap dua korban yang masih hilang itu terus dilakukan sampai sore hari. Namun, pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan besok.

"Korban belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi," tutur Ade.


Satu Remaja di Mampang Hanyut

Sementara itu, insiden seorang remaja hanyut juga terjadi di bantaran Kali Mampang, Jalan Mampang Prapatan XVI, Tegal Parang, Jakarta Selatan.

Insiden itu terungkap saat seorang warga yang tengah membersihkan rumah tiba-tiba melihat jasad dalam keadaan telungkup di Kali Mampang sekitar pukul 16.15 WIB.

Saat dicek lebih lanjut, diketahui jasad itu berjenis kelamin laki-laki dan selanjutnya dilaporkan ke ketua RT serta dilakukan evakuasi.

[Gambas:Video CNN]
Sebelum penemuan itu, kepolisian sudah lebih dulu mendapat informasi ada seorang santri Ponpes Islah, Mampang, berinisial AW (15) hanyut saat berenang dengan teman-temannya di Kali Mampang wilayah Kalibata.

"Korban berenang bersama teman-temannya pada 25 Februari 2020 pukul 09.00 WIB dan diduga hanyut pukul 10.00 WIB," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangannya.

Atas penemuan itu, anggota Polsek Mampang berkooordinasi dengan Polres Pancoran. Selanjutnya kepolisian juga menghubungi pihak Ponpes dan keluarga.

"Dan bisa dipastikan bahwa mayat tersebut adalah santri yang bernama AW," kata Yusri.

Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk penanganan lebih lanjut.

"Koordinasi dengan Instalasi Forensik Rumah Sakit Pusat Fatmawati guna memastikan penyebab kematian korban," tuturnya. (dis/osc)