123 Orang Tewas Akibat 652 Bencana Sejak Awal 2020

CNN Indonesia | Senin, 02/03/2020 02:18 WIB
BNPB mencatat bencana paling banyak terjadi berupa banjir, longsor dan angin puting beliung di berbagai daerah. Menurut catatan BNPB, banjir menjadi bencana paling dominan terjadi sejak awal 2020 (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 652 bencana yang terjadi di Indonesia sepanjang 1 Januari sampai 27 Februari 2020. Bencana ini didominasi oleh banjir, longsor, dan angin puting beliung.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan jumlah korban meninggal mencapai 123 orang. Terdiri dari 102 orang yang merupakan korban banjir, 16 orang korban longsor, dan empat orang korban angin puting.

Ada 2 orang hilang. Sedangkan 1,4 juta orang harus mengungsi dari rumah mereka.


"Sejumlah korban jiwa tadi diakibatkan bencana hidrometeorologi (bencana berdasarkan cuaca buruk) yang persentasenya 99,85 persen," ungkap Agus dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (1/3).


Secara rinci, ada 255 kejadian bencana banjir, 202 puting beliung, dan 133 tanah longsor. Bencana lain berupa 58 kebakaran hutan dan lahan sebanyak, 1 gempa bumi, 1 kekeringan, dan 1 gelombang pasang.

Tak hanya menimbulkan korban manusia, sejumlah bencana juga mengakibatkan kerugian materiil, khususnya berupa kerusakan rumah masyarakat. Jumlah rumah rusak berat akibat banjir mencapai 2.013 unit, rusak sedang 1.148 unit, dan rusak ringan 2.512 unit.

Kemudian, jumlah rumah rusak berat akibat angin puting beliung mencapai 514 unit, rusak sedang 620 unit, dan rusak ringan 4.428 unit. Sedangkan akibat longsor, sebanyak 52 rumah rusak berat, 26 rumah rusak sedang, dan 200 rumah rusak ringan.
[Gambas:Video CNN]
Deputi Sistem dan Strategi BNPB Bernadus Wisnu Widjaja mengatakan perlu kesadaran tinggi dari masyarakat dalam menjaga lingkungan guna mencegah atau mengurangi potensi banjir. Salah satunya dengan kerja bakti membersihkan drainase.

Dia merujuk pada kajian lapangan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dari kejadian banjir beberapa waktu lalu. Banjir pada 23 Februari 2020 misalnya, terjadi di 83 titik.

Dari sejumlah titik tersebut, 71 di antaranya atau 85,54 persen akibat drainase rusak, sedangkan sisanya akibat sistem sungai. Kemudian, banjir pada 24 Februari 2020, terjadi banjir di 76 titik, dengan rincian karena drainase 30 titik atau 65 persen dan sisanya karena sistem sungai.

Di sisi lain, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin mengatakan curah hujan tinggi masih terjadi hingga awal Maret di berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan waspada akan potensi kejadian banjir.

"Awal Maret diprediksi intensitas hujan ada di menengah hingga tinggi. Daerah yang terkena ialah Sumatera bagian selatan, sebagian besar wilayah Jawa, Sulawesi bagian tengah dan sebagian wilayah Papua cukup tinggi potensi hujannya" ucap Miming.
(uli/bmw)