Hal tersebut disampaikan SBY dalam sebuah video berdurasi 21 detik yang diunggah politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon lewat akun media sosial Twitter-nya, @jansen_jsp, Kamis (19/3). Menurut Jansen, pernyataan itu disampaikan oleh SBY di hadapan sejumlah dokter Jakarta Convention Center (JCC) pada Sabtu (14/3).
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terpisah, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Marwan Cik Asan mendesak pemerintah lebih serius dalam menanggulang virus corona.
"Saya berharap pemerintah lebih serius mengatasi wabah Covid-19 dengan memberikan keyakinan dan ketenangan kepada masyarakat bahwa penanganan Covid-19 berjalan dengan baik sesuai protokol penanganan yang berlaku secara internasional," kata Marwan dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, (19/3).
Menurut anggota Komisi XI DPR itu, pemerintah bisa meniru kebijakan yang telah diambil negara lain untuk mencegah Indonesia menjadi pusat penyebaran virus corona baru.
"Kita tentu tidak ingin Indonesia akan menjadi epicenter baru penyebaran virus corona setelah saat ini bergeser dari China ke (benua) Eropa, ungkapnya.
Marwan menuturkan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus satu suara dalam mengambil kebijakan, dan terus meningkatkan koordinasi.
[Gambas:Video CNN]
Menurutnya, pemerintah juga perlu segera menetapkan dan menjalankan respons kebijakan ekonomi, baik dari sisi kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter, untuk mencegah potensi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh virus corona.
Dia juga menyampaikan, Presiden Joko Widodo dapat merujuk kebijakan Presiden SBY saat menangani krisis ekonomi global pada 2008 dalam menghadapi kondisi perekonomian Indonesia di tengah penyebaran virus corona saat ini.
"Diperlukan respons cepat kebijakan dari pemerintah, sehingga ekonomi Indonesia tidak terjebak dalam krisis ekonomi akibat virus corona," ujar Marwan. (ain/mts/ain)