SBY: Corona is Real, Not Fiction, Not Hoax

CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2020 14:12 WIB
SBY: Corona is Real, Not Fiction, Not Hoax Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. (CNN Indonesia/Feri Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan bahwa virus corona (Covid-19) merupakan sesuatu yang nyata, bukan fiksi, atau bukan sebuah hal yang bersifat hoaks.

Hal tersebut disampaikan SBY dalam sebuah video berdurasi 21 detik yang diunggah politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon lewat akun media sosial Twitter-nya, @jansen_jsp, Kamis (19/3). Menurut Jansen, pernyataan itu disampaikan oleh SBY di hadapan sejumlah dokter Jakarta Convention Center (JCC) pada Sabtu (14/3).




"That the threat is really serious, that corona is real, not fiction, not hoaks," kata SBY dalam video tersebut.

Terpisah, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Marwan Cik Asan mendesak pemerintah lebih serius dalam menanggulang virus corona.

Menurutnya, pemerintah perlu mengoreksi dan mengevaluasi pola penanggulangan yang telah dilakukan selama ini.

"Saya berharap pemerintah lebih serius mengatasi wabah Covid-19 dengan memberikan keyakinan dan ketenangan kepada masyarakat bahwa penanganan Covid-19 berjalan dengan baik sesuai protokol penanganan yang berlaku secara internasional," kata Marwan dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, (19/3).
Dia menyatakan bahwa pemerintah harus hadir untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat melalui serangkaian kebijakan yang kredibel dengan langkah-langah yang tepat dan benar.

Menurut anggota Komisi XI DPR itu, pemerintah bisa meniru kebijakan yang telah diambil negara lain untuk mencegah Indonesia menjadi pusat penyebaran virus corona baru.

"Kita tentu tidak ingin Indonesia akan menjadi epicenter baru penyebaran virus corona setelah saat ini bergeser dari China ke (benua) Eropa, ungkapnya.

Marwan menuturkan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus satu suara dalam mengambil kebijakan, dan terus meningkatkan koordinasi.

[Gambas:Video CNN]

Menurutnya, pemerintah juga perlu segera menetapkan dan menjalankan respons kebijakan ekonomi, baik dari sisi kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter, untuk mencegah potensi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh virus corona.

Dia juga menyampaikan, Presiden Joko Widodo dapat merujuk kebijakan Presiden SBY saat menangani krisis ekonomi global pada 2008 dalam menghadapi kondisi perekonomian Indonesia di tengah penyebaran virus corona saat ini.

"Diperlukan respons cepat kebijakan dari pemerintah, sehingga ekonomi Indonesia tidak terjebak dalam krisis ekonomi akibat virus corona," ujar Marwan. (mts/ain)