PDIP Dorong Jokowi dan Anies Kaji Opsi Lockdown DKI Jakarta

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 11:46 WIB
PDIP Dorong Jokowi dan Anies Kaji Opsi Lockdown DKI Jakarta Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu meminta Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mempertimbangkan langkah pembatasan wilayah (lockdown) Provinsi DKI Jakarta untuk mencegah persebaran virus corona (Covid-19).

Masinton menyebut Jakarta tak terbantahkan sebagai episenter virus corona. Jakarta menjadi tempat dari separuh kasus positif corona di Indonesia.

"Tidak ada salahnya membahas dan mempersiapkan opsi lockdown sebagai alternatif terakhir untuk wilayah provinsi DKI Jakarta. Melihat penerapan opsi lockdown di berbagai negara, ternyata efektif meminimalisir penyebaran virus corona," kata Masinton kepada wartawan, Kamis (26/3).


Masinton memahami lockdown memang bukan opsi tunggal memerangi corona. Namun demikian, kata dia, banyak negara berhasil menekan angka persebaran virus corona lewat metode ini.
Anggota legislatif dari Dapil Jakarta II itu menyampaikan Anies dan Jokowi harus saling mendengar masukan. Dia mengatakan butuh kerja sama yang apik dari pusat dan daerah dalam menangani hal ini.

"Jangan ada egoisme kebijakan antara pemerintah pusat maupun pemerintah daerah DKI Jakarta. Keselamatan dan kesehatan rakyat adalah yang utama. Singkirkan egoisme, bangun sinergitas dan solidaritas antar pemerintahan pusat dan daerah," tuturnya.
PDIP Dorong Jokowi dan Anies Kaji Opsi Lockdown DKI JakartaFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian

[Gambas:Video CNN]

Masinton mengatakan saat ini belum terlambat untuk memulai langkah besar menghadapi corona. Menurutnya, saat ini Pemprov DKI perlu menambah perlengkapan medis rumah sakit rujukan, menyiapkan dapur umum, menyetok alat kesehatan untuk warga, dan menyiagakan aparat keamanan.

"Sejatinya warga Jakarta telah siap dengan opsi apapun, termasuk opsi lockdown. Rakyat menunggu persiapan dan kesiapan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah DKI Jakarta," tuturnya.

Hingga Rabu (25/3), Indonesia telah memiliki 790 kasus positif virus corona (Covid-19) di mana 58 orang di antaranya meninggal dunia, sedangkan 31 orang dinyatakan sembuh. Sebanyak 463 kasus berada di DKI Jakarta.
(dhf/ain)