Pandemi Corona, Polri Batasi Pelayanan SKCK, STNK, BPKB

CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2020 04:54 WIB
Pandemi Corona, Polri Batasi Pelayanan SKCK, STNK, BPKB Karopenmas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan pelayanan SKCK, STNK hingga BPKB dibatasi di tengah pandemi corona(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polri bakal membatasi pelayanan seperti pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), izin keramaian, pelayanan SIM dan STNK serta BPKB. Pembatasan dilakukan guna menekan penularan virus corona (Covid-19)

"Beberapa pelayanan masyarakat, berkaitan pandemi, sementara dibatasi waktunya demi pencegahan virus corona," kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (26/3).

Argo tidak merinci periode waktu pembatasan itu diberlakukan. Dia hanya menjelaskan bahwa pembatasan layanan disesuaikan kebijakan dari masing-masing jajaran kepolisian daerah.


"Disesuaikan dengan wilayah mereka masing-masing, baik di Polda-Polda maupun Polres-Polres," jelas Argo.

Sebelumnya, Argo mengatakan kepolisian sedang mengevaluasi terhadap proses pemanggilan ataupun pemeriksaan yang berhubungan dengan pihak luar di gedung-gedung kepolisian.

Di wilayah hukum Polda Metro Jaya misalnya, pihaknya menutup sementara layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) keliling untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).
[Gambas:Video CNN]
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan penutupan layanan itu juga dilakukan di beberapa gerai.

"Yang ditutup SIM keliling dan gerai SIM," kata Sambodo kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/3).

Sementara itu, Kepala Seksi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Lalu Hedwin menuturkan gerai SIM yang telah ditutup yakni di Mal Pelayanan Publik Jakarta Selatan. Kemudian, layanan SIM di Pluit Village mall juga akan ditutup mulai Jumat (27/3).

Virus corona (Covid-19) telah menginfeksi 893 orang hingga Kamis (26/3). Ada 78 orang meninggal dunia dan 35 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Kapolri Jenderal Idham Azis juga telah menerbitkan maklumat. Isinya tentang kewajiban personel kepolisian untuk menertibkan masyarakat yang masih membuat kegiatan keramaian di tengah pandemi corona.
(mjo/bmw)