Monitor Kasus Corona, Pemkot Depok Siagakan Warga

CNN Indonesia | Minggu, 29/03/2020 03:37 WIB
Monitor Kasus Corona, Pemkot Depok Siagakan Warga Ilustrasi. Pemkot Depok bentuk satgas Kampung Corona untuk mengawasi penyebaran infeksi corona di wilayahnya. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membentuk Kampung Siaga Covid-19. Kampung siaga dibuat untuk memonitoring kasus infeksi virus corona SARS-COV-2, sekaligus melakukan upaya pencegahan penularan wabah tersebut di Depok, Jawa Barat.

Wali Kota Depok Mohammad Idris menjelaskan Kampung Siaga dibentuk pada level RW dan akan melibatkan beberapa warga yang terdiri dari beberapa satuan tugas (satgas). Tiap satgas terbagi menjadi satgas siaga, satgas kesehatan, satgas keamanan, satgas logistik, dan humas.

"Kampung Siaga akan difungsikan dalam sosialisasi Covid-19, sterilisasi fasilitas sosial dan fasilitas umum, mengaktifkan sistem keamanan warga, sistem informasi kesehatan warga dan lumbung pangan warga yang dilakukan secara swadaya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3).


Selain itu, Kampung Siaga juga difungsikan untuk monitoring kasus terkonfirmasi positif, ODP dan PDP. Warga yang mendapat status ini nantinya akan melakukan isolasi mandiri.

Dalam rilis resminya, Idris menyebut Kampung Siaga Covid-19 nantinya akan bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat. 

[Gambas:Video CNN]

"Pembentukan Kampung Siaga kerjasama dengan komunitas sekolah relawan dan penerimaan bantuan masyarakat," ucapnya.

Sebelumnya dikabarkan, 9 orang PDP di Kota Depok meninggal dunia. Jumlah pasien positif corona di Kota Depok mencapai 21 orang per tanggal 27 Maret 2020, 4 dinyatakan sembuh dan 2 orang meninggal dunia.

Berdasarkan pembaruan data nasional, kasus positif Covid19 berjumlah 1046, dengan jumlah korban meninggal 87 jiwa dan pulih 46 orang. (khr/eks)