Cegah Corona, Khohifah Minta Warga Jatim di Jakarta Tak Mudik

CNN Indonesia | Minggu, 29/03/2020 04:30 WIB
Gubernur Jatim mengatakan warga provinsinya yang paling banyak merantau di Jakarta adalah berasal dari Lamongan dan Madura yang berbisnis UMKM. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau kepada seluruh warga Jatim yang kini tengah merantau di DKI Jakarta, untuk tak melakukan mudik atau pulang kampung terlebih dahulu.

Imbauan tak mudik tersebut, bertujuan untuk mengantisipasi penularan virus corona (Covid-19), yang tengah mewabah di Jakarta. Diketahui DKI Jakarta kini sebagai episentrum corona di Indonesia, dengan jumlah pasien terbanyak.

"Mengimbau mereka [warga Jatim] yang sedang di Jakarta tetap tinggal di rumah saja, jangan mudik, karena saling melindungi, mereka juga harus terlindungi, keluarganya [di kampung] juga harus terlindungi," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (28/3).


Sejauh ini, kata Khofifah, mayoritas masyarakat Jatim yang merantau di Jakarta adalah warga Lamongan dan Madura. Mereka kebanyakan berprofesi sebagai pelaku bisnis UMKM Makanan di Ibu Kota. Oleh karena itu, ia bersama Bupati Lamongan dan asosiasi pedagang pun menjalin komunikasi.

"Anjuran Pak Bupati Lamongan, karena konfirmasi dari Jakarta pelaku UMKM terbanyak adalah dari Lamongan dan Madura apakah pecel lele, ayam penyet, soto, serta sate Madura, maka diimbau untuk tidak mudik dulu," kata Khofifah. 

Namun, jika didapati para perantau ini telah melakukan mudik lebih awal dan sudah tiba di daerahnya masing-masing, pemerintah setempat harus segera melakukan pendataan. Pemda juga harus meminta agar perantau tersebut untuk menjalani isolasi selama 14 hari ke depan di rumah sakit.

[Gambas:Video CNN]
Hal itu tak hanya berlaku bagi perantau baru tiba dari Jakarta, tetapi juga pekerja migran yang baru pulang dari daerah atau negara terjangkit lainnya. 

"Mereka yang pulang dari daerah atau negara yang terjangkit, maka bupati wali kotanya wajib menyiapkan ruang observasi 14 hari, bagi mereka yang baru datang dari negara terjangkit wabah virus covid-19 atau mereka yang baru pulang dari Jakarta," kata Khofifah.

Sementara itu, jumlah pasien positif corona (Covid-19) di Jatim terus bertambah, Sabtu (28/3), 77 orang dinyatakan positif, 307 PDP, 4.568 ODP, 8 Sembuh, dan 4 meninggal dunia.

(frd/kid)