Polisi Diminta Tak Pakai Pentungan untuk Tertibkan PSBB

ryn, CNN Indonesia | Minggu, 05/04/2020 00:49 WIB
Anggota DPR minta polisi tak pakai pentungan untuk laksanakan penertiban PSBB yang memiliki sanksi pidana. Ilustrasi (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aparat Kepolisian diminta tidak menggunakan pentungan dalam mengamankan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penularan Covid-19 akibat infeksi virus corona (SARS-CoV-2).

Anggota Komisi III DPR RI Agustiar Sabran mengatakan polisi harus menjadi sosok yang baik dalam mengawal kebijakan PSBB di tengah masyarakat.

"Di lapangan polisi ini jangan pakai pentungan. Jangan dikenal karena pentungan," kata Agustiar melalui keterangan tertulis, Sabtu (4/4).


Lebih lanjut, politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini meminta institusi Korps Bhayangkara tersebut lebih memaksimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam sosialisasi Covid-19. Sebab, menurut dia, Bhabinkamtibmas merupakan pihak yang mengetahui karakter masyarakat sekitar.

"Saya minta Bhabinkamtibmas perannya lebih dimaksimalkan. Mereka harus bisa beri pemahaman ke masyarakat soal physical distancing. Tapi, harus disampaikan dengan ramah, dengan rasa kebapakan" tuturnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengingatkan masyarakat bahwa ada sanksi pidana jika tak mengikuti aturan pemerintahan Joko Widodo soal penanganan penyebaran virus corona (Covid-19).

Jokowi diketahui telah meneken dua aturan yakni Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Dengan terbitnya aturan itu, kata Yusri, kepolisian bisa melakukan tindakan tegas jika masyarakat tak mengikuti aturan tersebut.

"Ketika PPnya telah resmi dikeluarkan oleh pemerintah, maka pihak kepolisian sebagaimana amanat bapak Presiden tidak boleh ragu, harus tegas melakukan tindakan upaya penegakan hukum," tutur Yusri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/4).

Teranyar, polisi menangkap 18 orang yang berkumpul di malam hari di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Mereka sudah tiga kali diimbau, namun tak menggubris sehingga diamankan kepolisian.

Kini, mereka sudah dipulangkan. Kepolisian sudah melakukan pemeriksaan sejak mereka diamankan.

"Ancamannya kan cuma satu tahun, tapi enggak ditahan," kata Yusri.

[Gambas:Video CNN]

(eks)