Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan ada sekitar 40 ribu sopir di Jakarta yang akan menerima bantuan itu.
Profesi sopir terpilih karena menjadi salah satu profesi yang terdampak dari kebijakan bekerja dari rumah (wor from home) selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada, Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo mengatakan bantuan Rp600 ribu itu akan diberikan kepada 8.317 orang tukang andong atau delman, ojek pangkalan, tukang becak, hingga supir truk di wilayah hukumnya.
"Sekitar 8.317 orang yang sudah terdata oleh Polda Banten dan jajaran polres untuk di Wilayah hukum Polda Banten, untuk mendapat bantuan program keselamatan," kata dia, dalam keterangan resminya, Rabu (15/04).
[Gambas:Video CNN]
Bantuan dari kepolisian itu akan disalurkan melalui rekening penerima demi menghindari kontak fisik atau kerumunan di perbankan.
"Melalui tabungan Britama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga," terang Wibowo.
Keduanya menyebut bantuan itu akan disertai dengan tiga tahap pelatihan selama tiga bulan. Pertama, terkait protokol penanganan Covid-19, terutama yang berkaitan dengan angkutan umum.
Kedua, terkait etika pelayanan serta bahasa Inggris dasar. Ketiga, terkait safety driving atau cara mengemudi yang aman.
"Dan dilaksanakan secara online, jadi instrukturnya satu orang dan mereka menyaksikan secara online terhadap pelatinan tersebut," tutur Sambodo.
Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono mengatakan Polri akan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp600 ribu untuk para sopir yang terkena dampak wabah virus corona (Covid-19).
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Dijelaskan Argo, anggaran yang digunakan untuk pemberian bantuan itu merupakan realokasi anggaran Polri yang ditujukan untuk membantu masyarakat selama wabah Covid-19.
(dis/yan/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian