Mereka adalah para karyawan yang positif berdasarkan rapid test dan masih menunggu giliran untuk tes swab polymerase chain reaction (PCR). Sementara karyawan yang lebih dulu tes dan telah dinyatakan positif sudah dipindah ke rumah sakit.
"Yang di hotel tinggal 46 orang, yang lain sudah dipindah ke rumah sakit," kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (4/5) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joni tak menyebut apa pertimbangan hotel tersebut menolak dijadikan tempat isolasi. Namun kata Joni, pemilik hotel hanya meminta agar tim Gugus Tugas Jatim untuk memeriksa seluruh karyawannya.
"Tapi sudah ada salah satu hotel yang bersedia," kata Direktur RSUD dr Soetomo, Surabaya ini.
Joni menjelaskan, awalnya jumlah karyawan Sampoerna yang diisolasi di hotel itu yakni sebanyak 91 orang. Mereka adalah bagian dari total 323 karyawan yang menjalani rapid test. Sebanyak 91 orang tersebut menunjukkan hasil terindikasi positif
Hingga Senin siang, papar Joni, karyawan Sampoerna yang masih berada di hotel sebanyak 46 orang. Mereka direncanakan menjalani tes Swab pada Selasa (5/5) ini.
Klaster penularan Covid-19 di PT HM Sampoerna Tbk, Rungkut Surabaya, bermula dari dua orang karyawan yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Mereka sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun kemudian nyawa keduanya tak terselamatkan.
Penelusuran orang-orang yang ditengarai memiliki kontak erat dengan dua karyawan itu pun dilakukan. Sebanyak 500-an pekerja di pabrik itu menjalani rapid test, 100 di antaranya menunjukkan hasil reaktif. Mereka kemudian melakukan tes swab PCR dan diobservasi, dan diketahui 63 orang diantaranya positif.