Strategi Bali Sukses Menekan Angka Kasus Corona
Tiara Sutari | CNN Indonesia
Rabu, 06 Mei 2020 05:18 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Lab Pemeriksaan Kasus Covid-19 di Provinsi Bali, Ni Nyoman Sri Budayanti, mengungkapkan kunci sukses provinsi tersebut menekan angka penyebaran wabah virus corona sejak awal terdeteksi hingga saat ini.
Bali adalah daerah yang cukup spesial soal penanganan Covid-19 ini. Sebagai daerah wisata, Bali menerima kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri cukup besar, otomatis kemungkinan penularan pun bisa tergolong tinggi.
Namun, di Bali justru berbeda. Sejak Senin (4/5) kemarin, Bali memiliki 271 kasus positif corona, dengan hanya empat orang yang meninggal. Sementara untuk pasien sembuh ada 159 orang.
"Kasus aktif saat ini hanya 108 saja," kata Sri saat melakukan konferensi pers dengan BNPB melalui aplikasi teleconference video zoom, Selasa (5/5).
Sri menegaskan keberhasilan menekan angka Covid-19 ini karena kerja sama seluruh pemangku kepentingan di semua profesi, bukan hanya kerja dari tenaga kesehatan.
"Saya berterimakasih Pemprov Bali, saya tahu mereka kerja siang malam. Kalau pekerja migran datang mereka kerja sampe malam. Sampai jam satu malam," kata dia.
Diakuinya kerjasama di Bali tergolong cepat dan kompak. Kolaborasi dan komunikasi antara instansi pun cukup baik.
Dia sendiri mengaku, pekerjaannya di laboratorium sebagai salah satu penangungjawab tes Covid-19 dihargai. Setiap pihak berkomunikasi dengan baik dan bekerja dengan cepat.
"Jadi kami kerja di lab, kami kembangkan realtime PCR. Lab Sanglah [tempat Sri kerja] telah ditunjuk pemeriksaan Corona. Kami berusaha 24 jam ada hasil bisa bisa tahu mana positif dana mana negatif," tutur Sri.
Sehingga, dengan tes yang cepat mengeluarkan hasil ini kata Sri tentu akan berpengaruh juga terhadap pemeriksaan soal dengan siapa saja pasien berinteraksi sebelumnya.
Di Laboratorium Sanglah sendiri, Sri mengungkapkan, pihaknya paling maksimal bisa memeriksa hingga 250 sampel sehari dengan hanya satu mesin yang mereka miliki. Beruntung, hari ini pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan telah mengirim satu lagi alat tes PCR sehingga kemungkinan pemeriksaan sampel bisa lebih banyak.
"Kami dapat beberapa sumbangan. Ada satu sumbangan, cuma dari kami lihat agak berat digunakan. Bantuan dariMenkes itu hari ini sedang diinstal, kalau besok sudah jalan dua mesin, kapasitas [pemeriksaan sampel] meningkat," kata dia.
(bac)
[Gambas:Video CNN]
Bali adalah daerah yang cukup spesial soal penanganan Covid-19 ini. Sebagai daerah wisata, Bali menerima kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri cukup besar, otomatis kemungkinan penularan pun bisa tergolong tinggi.
Lihat juga:PAN Dukung Jokowi soal Perppu Corona |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas menyemprotkan disinfektan di kursi-kursi pantai di Bali. (AP Photo/Firdia Lisnawati) |
Dia sendiri mengaku, pekerjaannya di laboratorium sebagai salah satu penangungjawab tes Covid-19 dihargai. Setiap pihak berkomunikasi dengan baik dan bekerja dengan cepat.
"Jadi kami kerja di lab, kami kembangkan realtime PCR. Lab Sanglah [tempat Sri kerja] telah ditunjuk pemeriksaan Corona. Kami berusaha 24 jam ada hasil bisa bisa tahu mana positif dana mana negatif," tutur Sri.
Sehingga, dengan tes yang cepat mengeluarkan hasil ini kata Sri tentu akan berpengaruh juga terhadap pemeriksaan soal dengan siapa saja pasien berinteraksi sebelumnya.
Di Laboratorium Sanglah sendiri, Sri mengungkapkan, pihaknya paling maksimal bisa memeriksa hingga 250 sampel sehari dengan hanya satu mesin yang mereka miliki. Beruntung, hari ini pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan telah mengirim satu lagi alat tes PCR sehingga kemungkinan pemeriksaan sampel bisa lebih banyak.
"Kami dapat beberapa sumbangan. Ada satu sumbangan, cuma dari kami lihat agak berat digunakan. Bantuan dariMenkes itu hari ini sedang diinstal, kalau besok sudah jalan dua mesin, kapasitas [pemeriksaan sampel] meningkat," kata dia.
Lihat juga:Data Corona 5 Mei: ODP 239 Ribu, PDP 26 Ribu |
[Gambas:Video CNN]
Petugas menyemprotkan disinfektan di kursi-kursi pantai di Bali. (AP Photo/Firdia Lisnawati)