Warga Aceh Tamiang Tak Pakai Masker Disanksi Baca Al Quran

CNN Indonesia | Rabu, 06/05/2020 14:09 WIB
Warga penghuni panti jompo Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang menggunakan masker yang didistribusikan oleh pemerintah di Banda Aceh, Aceh, Jumat (1/5/2020). Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) kepada semua tingkatan umur termasuk kepada para warga lanjut usia. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/wsj. Foto iustrasi. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)
Banda Aceh, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang merazia warganya yang tidak menggunakan masker. Razia itu digelar di pusat keramaian. Warga yang kedapatan tidak memakai masker didenda dengan membaca Al Quran.

Kebijakan ini ditempuh meski di Aceh tak diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kepala Baguan Humas Aceh Tamiang Agusliayana Devita mengatakan razia masker dimulai kemarin hingga masa darurat corona berakhir.


"Ya benar (warga tak menggunakan masker didenda baca Alquran), baru kemarin dilaksanakan," kata Agusliayana Devita saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (6/5).

Untuk warga non muslim yang terjaring razia itu, tidak dikenakan denda baca Alquran. Hanya saja, diperingatkan agar tetap menggunakan masker jika berada di luar rumah.

"Hanya tetap di panggil dan diminta kedepannya mennggunakan masker," ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini masih banyak warga Aceh Tamiang yang abai untuk menerapkan protokol kesehatan termasuk menggunakan masker. Padahal di Aceh Tamiang ada kasus positif corona.

Selain razia, Pemkab Aceh Tamiang juga memberikan bantuan sebesar Rp1 juta bagi warga yang menjalani isolasi mandiri. Bantuan itu langsung diantar ke rumah penerima.

Hingga kini sudah ada empat pasien yang terkonfirmasi positif corona di Aceh Tamiang. Keempatnya merupakan santri pondok pesantren Alfatah Temboro, Magetan, Jawa Timur yang pulang ke kampung halamannya beberapa waktu lalu.
(dra/sur)

[Gambas:Video CNN]