Herd immnunity atau kekebalan kelompok ini merupakan kondisi saat sebagian besar orang dalam suatu kelompok memiliki kekebalan terhadap penyakit infeksi tertentu.
Dalam pandangan Iqbal, penanganan Covid-19 tidak bisa hanya mengandalkan pada imunitas atau kekebalan tubuh semata. Terlebih lagi jika pasien-pasien tersebut merupakan kelompok rentan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayangkan [yang] 5 persen itu dari 10.000 kasus, itu besar, sangat luar biasa jumlah kematian pada kelompok yang berat ini," ucap Iqbal.
"Jadi herd immunity itu berisiko karena kita ingin menjaga yang 5 persen tadi. Dengan begitu herd immunity tidak dianjurkan," tutur Iqbal menambahkan.
![]() |
Terlebih lagi di beberapa wilayah di Indonesia, PSBB masih belum dilakukan secara serempak. Padahal angka kasusnya terus bertambah setiap harinya.
"Tidak hanya pulau Jawa-Bali, tapi ada kekhawatiran juga di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi yang hampir 1.000 kasus. Sepatutnya PSBB diperketat untuk memutus penularan dari OTG," kata Iqbal.
Sebelumnya Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk meningkatkan imunitas dalam melawan Covid-19.
Selain menerapkan PHBS, Yuri juga meminta setiap orang untuk mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta tetap diam di rumah demi memutus mata rantai penyebaran virus dari OTG ke kelompok rentan.
Untuk mencegah penularan virus, pemerintah juga menerapkan PSBB dan sempat memberlakukan larangan mudik. Namun baru-baru ini, pemerintah menerapkan aturan baru dengan memperbolehkan pengoperasian moda transportasi untuk masyarakat yang dikecualikan. (mln/gil)
