"Kalau bisa ketika masih masa kritis [hamil] ditunda dulu. Nanti mudah-mudahan dalam tiga bulan sudah mereda baru," ujarnya kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Rabu (20/5).
Ia menyatakan sosialisasi dari himbauan tersebut dilakukan selama kebijakan menetap di rumah dilakukan di berbagai daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara ini yang putus [kontrasepsi] selama dua bulan ini sekitar 2,5 juta sampai dengan 3 juta akseptor," ungkapnya.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Sebelumnya, Hasto menyatakan angka pemakaian alat kontrasepsi menurun selama pandemi Corona. Ia menaksir hal ini karena banyak akseptor KB yang khawatir terpapar ketika mengakses layanan kontrasepsi.
Ia menjelaskan kenaikan angka kehamilan di tengah pandemi dikhawatirkan bisa meningkatkan beban ekonomi negara maupun individu, peningkatan angka stunting atau kekerdilan, angka kematian ibu dan janin.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian