Sebelumnya, di area tempat mereka berjualan, petugas Satpol PP telah berulang kali melakukan penertiban sejak beberapa hari terakhir. Penertiban dilakukan untuk menegakkan aturan selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang pembeli, Nursari, warga Tebet, mengatakan sengaja datang ke Pasar Tanah Abang untuk membeli perlengkapan lebaran karena harga yang ditawarkan murah.
"Ini udah beberapa kali penertiban dari pagi, kita buka tutup. Nanti siang biasanya ada lagi," kata dia kepada CNNIndonesia.com
Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin sebelumnya mengatakan para pedagang nekat kembali berjualan karena alasan perut.
"Kalau ditanya mereka kan biasanya klisenya karena kebutuhan perut, uang. Tapi yang jadi masalah adalah, Anda dapat uang tapi berisiko terhadap keselamatan, kesehatan," kata dia saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Rabu (20/5).
Menurutnya, penertiban yang dilakukan oleh aparat adalah sebagai upaya untuk menghindari kerumunan yang dapat memicu penularan virus corona.
Pemprov DKI Jakarta telah menutup Pasar Tanah Abang sejak 27 Maret 2020 lalu. Pasar yang ditutup meliputi Pasar Tanah Abang Blok A, Blok B, dan Blok. Sementara Blok G tetap dibuka karena menyediakan kebutuhan pangan dengan membatasi waktu operasi. (yoa/wis)