Hari Ini 8 Provinsi Nihil Kasus Positif Corona

CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 17:41 WIB
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Dalam keterangan persnya Achmad Yurianto menyampaikan sebanyak empat orang dinyatakan suspect virus Corona karena telah melakukan kontak langsung dengan warga Depok yang positif sebelumnya dan mengalami gejala-gejala awal seperti Influenza yang kini tengah diobservasi dan menunggu hasil pasti dari pemeriksan laboratorium. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan ada delapan provinsi di Indonesia pada Jumat (29/5) ini nihil kasus baru positif virus corona. Meski di provinsi lain masih ada pertambahan kasus positif baru.

"Cukup banyak provinsi yang hari ini tidak kita ditemukan kasus positif. Adalah Aceh, Bangka Belitung, kemudian Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat, tidak kita dapatkan kasus sama sekali pada hari ini," ujar Yuri dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (29/5).

Kendati demikian, provinsi yang menjadi pusat episentrum seperti DKI Jakarta masih mengalami kenaikan kasus. Hari ini Jakarta tercatat menjadi yang tertinggi pertambahan kasus baru, yakni 125 kasus.


Namun Yuri menegaskan kenaikan kasus di masing-masing provinsi sejatinya tidak menggambarkan secara keseluruhannya. Ia mengambil contoh Jakarta yang setiap harinya mendominasi kenaikan kasus tertinggi yang disebabkan pemeriksaan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri tiba di Bandara Soekarno Hatta.


"Ini bukan seluruhnya pada wilayah administrasi DKI, karena PMI yang kembali ke tanah air dan kemudian melalui Bandara Soetta keseluruhannya kita screening, kita lakukan pemeriksaan PCR dan banyak dari mereka mengidap positif," terangnya.

Yuri menambahkan beberapa provinsi juga mengalami kenaikan kasus seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Selatan dan Papua. Selain itu juga terjadi pertambahan yang tidak signifikan di Yogyakarta, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, serta Gorontalo.

Dirjen P2P Kemenkes RI itu mengaku pihaknya beserta tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota telah berupaya meneliti dan mengkaji keseluruhan data dengan tujuan melihat sejauh mana perkembangan epidemiologi dapat dikendalikan.


Upaya itu kemudian dilakukan untuk merumuskan kebijakan terkait relaksasi PSBB dan new normal ke depannya.

"Dan kita nanti akan melihat bahwa ada daerah yang sudah bisa dalam waktu dekat melaksanakan kegiatan produktif, dan beberapa daerah yang harus dilaksanakan beberapa saat kemudian setelah aspek epidemiologi bisa kita kendalikan," tuturnya.

Sementara itu, data kasus virus corona di Indonesia per Jumat (29/5) sebanyak 25.216 kasus, dengan 6.492 orang dinyatakan pulih dan 1.520 orang lainnya meninggal dunia. (kha/osc)

[Gambas:Video CNN]