86 Anak di Bawah 5 Tahun di Jatim Positif Corona

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 13:15 WIB
Tiga petugas medis mengenakan alat pelindung diri lengkap di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis (30/4/2020). Berdasarkan data pemerintah, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia per Kamis (30/4) secara kumulatif mencapai 10.118 orang atau bertambah sebanyak 347 kasus dari hari sebelumnya, sementara jumlah pasien sembuh mencapai 1.522 orang dan jumlah pasien meninggal sebanyak 792 orang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww. Ilustrasi (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Surabaya, CNN Indonesia -- Sebanyak 1,75 persen dari 4.920 dari pasien positif virus corona di Jawa Timur atau sebanyak 86 kasus merupakan anak di bawah usia lima tahun. Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi mengatakan angka tersebut masih tergolong kecil.

"Yang bisa kita lihat di sini, anak-anak yang kurang dari lima tahun (yang terpapar Covid-19) kalau kita lihat persentasenya itu memang kecil. Kira-kira 1,75 persen," kata Joni di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (2/6).

Joni menyatakan anak-anak dalam usia tersebut selama ini padahal tak memiliki aktivitas yang tinggi, dan masih berada di dalam rumah.


Meski demikian, Joni belum bisa memastikan mengapa anak-anak di bawah usia lima tahun bisa terpapar Covid-19. Karena, kata dia, berdasarkan aksioma awal, disebutkan anak-anak tidak akan terpapar corona.

"Tentang penyakit ini kan dulu ada aksioma tidak akan menyerang anak-anak. Ternyata tidak," ujar Joni, yang juga direktur utama RSUD dr Soetomo.

Tak hanya itu, Joni mengungkapkan babhwa demografi pasien Covid-19 di Indonesia berbeda dengan di luar negeri. Jika di luar negeri kebanyakan pasien corona di antara usia 70 tahun, sedangkan di Indonesia kebanyakan pasien Covid-19 berada di kisaran umur 40-49 tahun.

"Kemudian kalau dari data yang kita tabulasi, demografinya itu laki-laki lebih banyak dari perempuan. Laki-laki itu 54 persen, sedangkan perempuan hanya 46 persen," katanya.

Sementara itu, Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser mengatakan sebanyak 127 anak di Kota Surabaya positif terinfeksi virus corona. Mereka dari kelompok usia 0-4 tahun sebanyak 36 kasus dan 5-14 tahun sebanyak 91 kasus.

"Jadi sekarang total ada 127 kasus anak yang terinfeksi Covid-19," kata Fikser.

Fikser memperkirakan sebagian anak-anak ini tertular dari orang tua dan juga masyarakat yang berada di lingkungan sekitar.

Menurutunya, para anak yang terinfeksi Covid-19 tersebut sudah dilakukan isolasi di berbagai tempat, salah satunya di Asrama Haji Sukolilo.

"Ada yang di Asrama Haji karena tidak bisa dipisahkan dari ibunya, karena ada ibunya juga kena (Covid-19) akhirnya dijadikan satu. Terus sisanya ada yang di rawat di rumah sakit, dan melakukan isolasi mandiri di rumah," ujarnya.

Kasus positif virus corona di Jawa Timur per Senin (1/6) nyaris menyentuh angka 5.000 atau tepatnya 4.920 orang. Dari jumlah itu, 3.775 di antaranya masih menjalani perawatan, 699 orang dinyatakan sembuh, dan 418 orang meninggal dunia. (frd/fra)

[Gambas:Video CNN]