Warga Nganjuk Kembalikan Beras Bansos Tak Layak Konsumsi

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 11:55 WIB
Warga membawa paket bantuan sosial dari pemerintah yang ia terima di kawasan Koja, Jakarta, Sabtu (2/5/2020). Kementerian Sosial akan menyalurkan 1,8 juta paket bantuan Khusus Presiden ke masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).  ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp. Warga membawa paket bantuan sosial dari pemerintah di kawasan Koja, Jakarta, Sabtu (2/5/2020). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah warga penerima bantuan sosial (bansos) di Desa Ketawang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mendatangi Kantor Kepala Desa setempat pada Selasa (2/6). Mereka datang untuk mengembalikan sekarung beras bansos yang dinilai memiliki kualitas buruk.

Bansos diberikan Pemerintah Kabupaten Nganjuk berupa sekarung beras dengan berat 20 kilogram. Warga penerima bansos menilai beras tersebut tidak layak dikonsumsi. Biji beras tidak utuh serta memiliki bau tak sedap.


"Beras warnanya buram dan kuning, beras bantuan dari Kabupaten, [harapannya] minta ditukar yang bagus," ujar salah satu warga, Lilik, dikutip dari siaran CNN Indonesia TV, Rabu (3/6).


Sedikitnya terdapat 62 warga terdaftar sebagai penerima bansos dari Pemkab Nganjuk. Mereka merupakan warga setempat yang dinilai paling terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Merespons protes warga, Sekretaris Desa Ketawang Puguh Pujianto mengaku langsung melaporkan hal itu kepada Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk. Pihaknya juga meredam keluhan warga dengan mengganti beras dengan kualitas lebih baik.


Pekerja menata bantuan paket sembako dan beras dari Presiden Jokowi di Gudang Koperasi Rasra, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/5/2020). (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

"Kurang lebih sekitar sembilan orang. Kami mengharapkan untuk biar untuk kedepannya harapan kita berasnya biar layak konsumsi," kata Puguh.

Dilansir dari situs resmi Pemkab Nganjuk, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat menyebut pihaknya telah menyiapkan jaring pengaman sosial (JPS) yang dirancang Pemkab Nganjuk dalam membantu perekonomian warga terdampak pandemi Covid-19.

Bantuan tersebut digelontorkan dari dana APBD Kabupaten Nganjuk. Setidaknya 22 ribu kepala keluarga dipastikan mendapatkan JPS dari Pemkab Nganjuk, sementara 41.141 warga Nganjuk terdaftar mendapatkan bansos dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.


Hingga akhir bulan lalu, Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan penyaluran bansos di sejumlah daerah telah mencapai 80 persen meski diakui banyak kendala. Masih ada peluang bagi masyarakat yang belum mendapatkan bansos untuk memperolehnya. (khr/pmg)

[Gambas:Video CNN]