2 Pejabat Bulukumba Positif Covid-19, Jalani Isolasi Diri

CNN Indonesia | Selasa, 23/06/2020 23:13 WIB
Tim medis Puskesmas Kramat Jati mengambil sampel lendir saat tes swab pada ibu hamil di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Dahlia, Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2020. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Ilustrasi pemeriksaan Covid-19. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Makassar, CNN Indonesia --

Dua pejabat di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengumumkan kondisi terakhir masing-masing terkait Covid-19 pada Selasa (23/6) melalui media sosial. Kedua pejabat tersebut, Bupati Bulukumba Sukri Sappewali dan Kapolres Bulukumba AKBP Gany Alamsyah mengaku positif dan kini sedang mengisolasi diri.

Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bulukumba, Daud Kahal, yang dikonfirmasi mengatakan Sukri mengumumkan dirinya tengah mengisolasi diri dan sementara tidak bisa ditemui.

"Bupati Bulukumba mengumumkan dirinya tidak bisa ditemui sementara waktu karena lagi isolasi diri. Berinisiatif demikian karena menyadari pernah berinteraksi dengan orang positif Covid-19. Isolasi ini dilakukan sendiri sembari menunggu keluarnya hasil tes swab," kata Daud pada Selasa malam.


Hal yang sama juga juga dilakukan Gany yang kini telah berada di RS Bhayangkara di Makassar.

Kata Daud, kapolres mengumumkan dirinya positif terjangkit Covid-19 setelah menerima hasil tes swab dari laboratorium RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Gany dikatakan tanpa gejala, meski demikian tetap berinisiatif ke RS Bhayangkara untuk isolasi diri.

"Tadi pagi yang bersangkutan mengumumkan sendiri dirinya positif Covid-19 melalui WhatsApp dan berita-berita online. Dia berharap, orang-orang yang sebelumnya berinteraksi dengan dirinya untuk waspada," kata Daud.

Gany juga mengonfirmasi hal tersebut saat dihubungi melalui pesan singkat.

"Keluarga negatif, saya yang positif. Saat ini berada di RS Bhayangkara," jawab Gany.

Daud mengatakan siapapun bisa terinfeksi Covid-19, hal itu dia sebut bukan aib. Informasi dari seseorang yang positif dikatakan bisa bermanfaat buat orang lain agar waspada dan segera memeriksakan diri.

Daud juga bilang status positif merupakan privasi seseorang yang harus dihargai dan didukung UU Kesehatan.

"Tapi jika pasien sendiri yang mengumumkan status kesehatannya, itu adalah hak pasien," ujarnya.

Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bulukumba per 22 Juni tercatat 59 orang, 19 orang di antaranya sembuh, selebihnya masih dirawat dan ada satu orang yang meninggal dunia.

"Positif Covid-19 di Bulukumba, 59 orang. Ada klaster tenaga kesehatan terdiri dari dokter dan perawat yang tersebar di rumah sakit dan puskesmas sebanyak 22 orang. Selebihnya masyarakat umum dari berbagai kalangan termasuk ASN," pungkas Daud. 

(svh/fea)

[Gambas:Video CNN]