Nakes Terpapar Corona, Anies Sebut Banyak Faskes di DKI Tutup

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 18:13 WIB
Tenaga medis lengkap dengan APD Ilustrasi tenaga kesehatan. (CNN Indonesia/Damar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut bahwa masih ada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di ibu kota yang terpapar virus corona (Covid-19). Imbasnya, saat ini banyak fasilitas kesehatan di Jakarta tutup sementara.

Anies tak merinci jumlah nakes di DKI yang terpapar Covid-19. Namun dia menyatakan penutupan fasilitas kesehatan akibat nakes terpapar Covid-19 membuat nilai indikator pemantauan corona di Jakarta turun.


Menjelang PSBB transisi awal bulan lalu nilai indikator faskes di Jakarta 100, namun kali ini hanya 83.

"Bila dibandingkan bulan lalu, berubah. Bulan lalu kita 100 sekarang 83. Bukan karena kasus, tapi karena tenaga medis yang terpapar sehingga fasilitas kesehatan ditutup," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Rabu (1/7).

Kendati begitu, Anies optimistis nilai indikator faskes di Jakarta bisa kembali ke skor 100 ketika sejumlah fasilitas kesehatan itu kembali dibuka.

Anies menjelaskan, angka indikator ini menjadi tolak ukur Pemprov DKI melonggarkan PSBB. Selain faskes, penilaian lainnya yakni epidemiologi dengan skor 75, dan kesehatan publik dengan nilai 54.

Total nilai rata-rata ketiga indikator itu di Jakarta mencapai angka 71. Menurut Anies, itu merupakan penilaian yang diberikan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia untuk satu wilayah bisa melonggarkan PSBB.

"Dalam rapat gugus tadi disimpulkan bahwa PSBB transisi yang artinya semua kegiatan berlangsung masih dalam kapasitas 50 persen akan diteruskan 14 hari ke depan," ujar Anies.

"Jadi diperpanjang selama 14 hari ke depan dan kita akan evaluasi lagi sesudah kita mendapat perkembangan terbaru," lanjut dia.

(dmi/wis)

[Gambas:Video CNN]