Tiga Jalan di Surabaya Akan Kembali Ditutup Cegah Kerumunan

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 22:25 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di jalan Raya Darmo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/4/2020). Pemerintah telah resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya dan sebagian wilayah di Kabupaten Sidoarjo dan Gresik pada 28 April 2020 sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Moch Asim/hp. Jalan Raya Darmo, Surabaya, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Moch Asim)
Surabaya, CNN Indonesia --

Sebanyak tiga jalan di Kota Surabaya bakal kembali ditutup. Di ketiga jalan tersebut akan diterapkan kawasan tertib physical distancing seperti yang pernah dilakukan pada Maret dan April 2020 lalu.

Ketiga jalan tersebut adalah Jalan Tunjungan, Jalan Raya Darmo dan Jalan Pandegiling, Surabaya. Penutupan dilakukan karena jalan-jalan tersebut belakangan ramai dipadati warga dan pesepada.

"Ini wacana dan kita rapatkan dengan pihak Polrestabes sama Dinas Perhubungan, bahwa Jalan Tunjungan, Dharmo dan Pandigiling akan kembali diterapkan kawasan physical distancing," kata Dirlantas Polda Jatim, Kombes Budi Indra Dermawan, Kamis (2/7).


Budi mengatakan pemberlakuan kawasan tertib physical distancing ini juga tengah dirapatkan bersama jajaran terkait seperti Polrestabes Surabaya, Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Ia juga menyebut ketiga jalan tersebut rencananya akan ditutup pada waktu tertentu. Namun kepastiannya bakal dimatangkan bersama.

"Malam ini keputusan rapatnya, wacananya pemberlakuan ini mulai jam 9 malam sampai jam 5 pagi. Kalau nanti disetujui besok bisa kita terapkan," ujar dia.

Ia kemudian menyinggung kebiasaan masyarakat untuk keluar yang kembali tinggi. Utamanya adalah warga yang melakukan aktivitas bersepeda.

"Sepeda di Kota Surabaya ini kita tahu animonya sangat tinggi, terutama saat malam hari, sehingga kepolisian bahkan membuat jalur khusus supaya tak mengganggu pengguna jalan lain," katanya.

Menurut Budi, kebijakan tersebut dilakukan untuk membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ia berharap masyarakat dapat mematuhi kebijakan tersebut.

"Alasannya karena kita harus memutus tali rantai penularan Covid-19, yang bersepeda berkerumun sudah diimbau berkali-kali, apalagi sekarang bukan PSBB," ucap dia.

(frd/wis)

[Gambas:Video CNN]