Masalah Rekening Pribadi, Kemenag Klaim Setor ke Kas Negara

CNN Indonesia | Sabtu, 25/07/2020 01:46 WIB
Kemenag mengaku sudah menindaklanjuti temuan BPK terkait penggunaan rekening pribadi untuk penyaluran APBN dengan menyetor uang ke kas negara. Ilustrasi rekening pribadi. (Foto: Istockphoto/ Utah778)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelaksana tugas (Plt) Insepektur Jenderal Kementerian Agama M. Thambrin menyatakan pihaknya sudah menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait temuan aliran dana ke rekening pribadi sebesar Rp20,71 miliar.

Bentuknya, pengembalian uang ke kas negara dengan menyertakan bukti pelaporan kegiatan.

"Terkait temuan itu, sudah kita jelaskan ke BPK RI saat pemeriksaan. Sudah ditindaklanjuti juga oleh satker dengan setor ke kas negara/BLU dan penyampaian bukti pelaporan pelaksanaan kegiatan," tegas Thambrin dalam keterangan resminya, Jumat (24/7).


Ia sendiri mengakui bila temuan tersebut ada di satuan kerja Eselon I Pusat, Kantor Wilayah Kemenag, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dan Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Ia menyatakan BPK sudah menerima dan memahami laporan tersebut. Sehingga, laporan keuangan Kemenag tahun 2019 mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"BPK RI sudah menerima dan memahami penjelasannya sehingga Laporan Keuangan Kementerian Agama tahun 2019 mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian," kata dia.

Tambirin juga menyampaikan arahan Menteri Agama Fachrul Razi yang meminta jajaran Kemenag agar lebih memperketat pengelolaan dan pelaksanaan keuangan negara. Sehingga, kejadian serupa seperti transfer ke rekening pribadi tidak terulang lagi pada tahun anggaran berikutnya.

Diketahui, BPK mengungkapkan temuan pengelolaan dana melalui rekening pribadi di lima kementerian/lembaga, salah satunya Kementerian Agama senilai Rp20,71 miliar.

Rinciannya, Rp4,96 miliar sisa uang tunai kegiatan per 31 Desember 2019 pada rekening pribadi dan/atau tunai dalam kelolaan pribadi pada 13 satker.

Selain itu, dana kelolaan disimpan tunai dan/atau pada rekening pribadi maupun rekening yang tidak terdaftar di KPPN di 12 satker senilai Rp5,41 miliar; dan pemindahbukuan ke rekening pribadi Rp10,34 miliar di 15 satker.

(rzr/arh)

[Gambas:Video CNN]