Rektor UMJ Positif Corona, Gedung Ditutup Sementara

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 12:53 WIB
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta dilaporkan positif terinfeksi Covid-19 dan kini tengah dirawat. Gedung ditutup selama 14 hari untuk disinfektan. Ilustrasi tim medis khusus penanganan virus corona (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dilaporkan positif terinfeksi virus corona (Covid-19) dan tengah menjalani perawatan. Gedung rektorat juga ditutup sementara selama 14 hari.

"Pihak universitas menutup kantor rektorat selama 14 hari ke depan dan melakukan rapid test di lingkungan pegawai di rektorat, serta melakukan penyemprotan disinfektan," ungkap Kepala Humas UMJ Em Sumisran kepada CNNIndonesia.com, Kamis (13/8).

Satuan Tugas Covid-19, katanya, juga sudah melakukan pelacakan terhadap setiap orang yang sempat berinteraksi dengan rektor UMJ. Mereka yang sempat menjalin kontak diminta menjalani rapid test dan tes swab.


Sejauh ini, belum ada pegawai kampus yang positif terinfeksi virus corona selain rektor. Mereka yang ditemukan reaktif pada rapid test sudah diminta mengisolasi diri selama 14 hari.

Sumisran mengatakan insiden ini tidak akan mengganggu proses penerimaan mahasiswa baru. Pihak universitas menghimbau mahasiswa baru tetap mendaftarkan diri secara fisik dan via internet.

"Tempat penerimaan mahasiswa baru secara langsung selama ini berada di luar kantor rektorat. Dan kami mempersiapkan tempat pendaftaran yang aman dengan protokol Covid yang tersedia secara baik," lanjutnya.

Kasus corona di Jakarta terus mengalami peningkatan setiap hari. Terhitung hingga Rabu (12/8), jumlah kasus positif di ibu kota mencapai 17.349 orang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat sembilan klaster penyebaran corona di area publik. Terdiri dari rumah sakit, komunitas, pasar, perkantoran, pekerja migran, kegiatan keagamaan, pegawai kesehatan, panti dan rutan.

Di lingkup nasional, telah ada 130.718 orang di Indonesia yang positif terinfeksi Covid-19. Sebanyak 85.798 orang di antaranya sembuh dan 5.903 telah meninggal dunia.

(fey/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]