Jokowi: Regulasi Tumpang Tindih dan Rumit Harus Kita Sudahi

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 14:16 WIB
Dalam sidang tahunan MPR, Presiden Jokowi kembali menyinggung soal regulasi yang tumpang tindih yang membuat sulit pengambilan kebijakan. Presiden Jokowi menyinggung soal regulasi tumpang tindih yang menyulitkan pengambilan kebijakan. (Foto: ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo meminta untuk menyudahi regulasi tumpang tindih yang kerap kali membuat rumit dalam mengambil kebijakan.

"Penataan regulasi harus kita lakukan. Regulasi yang tumpang tindih, yang merumitkan, yang menjebak semua pihak dalam risiko harus kita sudahi," ujar Jokowi saat memberikan pidato pada Sidang Tahunan MPR/DPR diakses dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (14/8).

Menurut Jokowi, kesempatan perluasan kerja juga bergantung pada regulasi yang sederhana. Untuk itu, ia menekankan pentingnya penataan regulasi agar pembangunan tak terhambat dan dapat segera memperluas lapangan pekerjaan.


"Ekosistem nasional yang kondusif bagi perluasan kesempatan kerja yang berkualitas harus kita bangun," katanya.

Mantan wali kota Solo itu menuturkan bahwa berbagai pembangunan itu didedikasikan untuk perekonomian yang adil dan kepentingan masyarakat luas.

Masyarakat di sini adalah mereka yang sudah bekerja maupun yang mencari kerja.

"Untuk mengentaskan kemiskinan dengan menyediakan kesempatan kerja yang berkualitas seluas-luasnya. Kita ingin semua harus bekerja, kita ingin semua sejahtera," ucap Jokowi.

Diketahui, Pemerintah dan DPR tengah menggarap Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang digadang-gadang akan mengurai tumpang tindihnya regulasi yang menyulitkan kebijakan dan investasi.

Namun demikian, kelompok masyarakat sipil dan HAM menilai RUU ini menabrak aturan pembentukan perundangan, berpotensi merugikan kaum buruh dan memberi karpet merah bagi pengusaha, hingga memudahkan perusakan lingkungan.

(psp/arh)

[Gambas:Video CNN]