Update Corona 8 September: 200.035 Positif, 142.958 Sembuh

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2020 15:12 WIB
Jumlah akumulatif kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 200.035 orang, Selasa (8/9), di mana yang sembuh ada 142.958 dan meninggal ada 8.230 orang. Presiden Joko Widodo (kanan) saat meninjau fasilitas produksi gedung 43 yang bakal memproduksi vaksin Covid-19, di kantor Bio Farma, Bandung, 11 Agustus 2020. (ANTARA FOTO/dok PT Bio Farma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Akumulasi kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia mencapai 200.035 orang per Selasa (8/9). Dari angka akumulatif tersebut sebanyak 142.958 dinyatakan sembuh dan 8.230 meninggal dunia.

Sementara itu, berdasarkan data yang dikutip dari situs Kemenkes, jumlah suspek per hari ini di Indonesia ada 90.052, dan jumlah spesimen yang telah diperiksa selama 24 jam terakhir ada 32.643

Sehari sebelumnya, Senin (7/9), jumlah akumulasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 196.989. Jumlah tersebut bertambah 2.880 kasus baru dibanding hari sebelumnya, Minggu (6/9). Dari jumlah kumulatif tersebut, sebanyak 140.652 orang dinyatakan sembuh dan 8.130 orang lainnya meninggal dunia.


Sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan pada 2 Maret lalu, pasien positif di negeri ini justru cenderung menunjukkan tren peningkatan. Dalam sebulan pada Agustus lalu saja, kasus positif terakumulasi 66.420 kasus.

Kasus positif Covid-19 bahkan bertambah sekitar 2.000-3.000 kasus dalam 24 jam selama beberapa hari terakhir. Total kasus konfirmasi positif Covid-19 pada pekan awal bulan ini sebanyak 19.313 kasus.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah meminta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memperbaiki ketimpangan jumlah tes Covid-19 di sejumlah daerah. Menurutnya, terdapat provinsi yang memiliki jumlah pengetesan sangat tinggi, namun ada pula provinsi yang jumlah tesnya masih rendah.

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu juga memperingatkan tiga klaster penularan virus corona yang perlu diwaspadai. Hal ini menyusul jumlah kasus positif covid-19 yang terus meningkat dari ketiga klaster, yakni klaster perkantoran, keluarga, dan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Soal klaster Pilkada, Jokowi memberikan sorotan tersendiri. Jokowi menyayangkan masih ada deklarasi paslon yang mendaftar ramai-ramai hingga menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Jokowi pun menegaskan proses pilkada yang menimbulkan kerumunan harus dihindari untuk mencegah penularan Covid-19. Untuk itu, penting bagi seluruh warga maupun penyelenggara pilkada mematuhi protokol kesehatan.

Untuk diketahui, tahapan pilkada telah dimulai dengan pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah pada Jumat (4/9)-Minggu (6/9) lalu. Pada hari pertama pendaftaran, sejumlah pasangan di daerah beramai-ramai melakukan konvoi. Tak sedikit dari mereka yang juga menghadirkan kerumunan.

Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, juga terlihat menimbulkan kerumunan saat mendaftar ke KPU dalam pemilihan calon wali kota Solo. Menantu Jokowi, Bobby Nasution, yang menjadi bakal calon Wali Kota Medan juga serupa karena muncul kerumunan saat pendaftaran. PDIP sebagai partai pengusung kedua calon tersebut menilai bahwa kerumunan yang timbul itu merupakan ekspresi gembira dari pendukung kepada dua kerabat presiden tersebut.

(kid/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER