Satgas Ungkap Kondisi Corona di 9 Daerah yang Dipantau Pusat

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 22:31 WIB
Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan ada 9 daerah prioritas dipantau pemerintah pusat karena laju penularan cenderung tinggi. Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan 9 provinsi prioritas dipantau pemerintah pusat karena peningkatan kasus positif cenderung tinggi (Rusman - Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan kondisi penyebaran virus corona di 9 provinsi yang prioritas dipantau pemerintah pusat, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali dan Papua.

"Pertimbangan pemilihan provinsi ini karena jumlah kasus aktif, laju insiden atau kecepatan penambahan kasus, persentase kematian, laju kematian dan karakteristik wilayah," katanya dikutip dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (17/9).

Wiku menjabarkan Sumatera Utara mengalami peningkatan status risiko pada kabupaten/kota yang signifikan. Dari 33, terdapat 27 kabupaten/kota yang berada di zona oranye. Sedangkan yang tidak terdampak hanya 1, yakni Nias.


Dari jumlah keseluruhan kasus, sebanyak 50 persen diantaranya didominasi Kota Medan. Jika kasus corona di Medan dikontrol dengan baik, akan ada peningkatan pengendalian yang signifikan di Sumut.

Kemudian DKI Jakarta, merupakan provinsi peringkat pertama nasional dengan jumlah kasus tertinggi dan kedua dengan jumlah kenaikan kasus tertinggi. Ia menyebut tidak ada zona kuning dan hijau pada provinsi ini.

Kasus corona di Jawa Barat didominasi wilayah penyangga DKI Jakarta, yakni Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, serta Depok. Jumlahnya mencapai 70 persen dari seluruh kasus di Jabar.

Wiku mengatakan tidak ada kota/kabupaten yang berstatus zona hijau. Kenaikan kasus positif di Jawa Barat mencapai 9,3 persen pada sepekan terakhir. Ia menegaskan pemerintah daerah setempat harus menjaga kenaikan kasus di daerah penyangga DKI.

Persentase kematian di Provinsi Jawa Timur jauh lebih tinggi dari nasional, yakni 7,25 persen. Jawa timur menduduki posisi keempat dengan kecepatan laju kematian tertinggi secara nasional.

Persentase kematian nasional adalah 4 persen. Sebanyak 35 persen kasus positif di provinsi ini berasal dari Surabaya. Dan 28 dari 38 kabupaten/kota berada di zona oranye.

Selanjutnya Bali, mengalami kenaikan positif mingguan yang cukup signifikan dalam empat pekan terakhir. Bali menduduki peringkat keempat nasional sebagai provinsi dengan insiden kasus tertinggi, yakni 171,39 kasus per 100 ribu penduduk.

Dalam seminggu terakhir, kenaikan angka kematian di Bali mencapai 72 persen. Terdapat 6 dari 9 kabupaten/kota yang berada di zona merah, kemudian 3 kabupaten/kota di zona oranye.

Sedangkan kenaikan kasus positif di Kalimantan Selatan tercatat mencapai 10,3 persen. Ini paling banyak terjadi di Kota Banjarmasin, Kabupaten Kotabaru, dan Kabupaten Tapin.

Presentase angka kematian di provinsi ini mencapai 4,16 persen. Namun terdapat perbaikan yang signifikan pada status risiko penyebaran di provinsi ini. Sebanyak 3 kabupaten/kota berada di zona merah, dan 10 di zona oranye.

Untuk Sulawesi Selatan, terdapat peningkatan kasus yang signifikan dalam 4 pekan ke belakang. Di pekan terakhir, penambahan kasus menurun menjadi 18,7 persen. Kenaikan kasus paling tinggi di Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Proporsi kematian di provinsi ini mencapai 2,85 persen. Paling banyak kasus ditemukan di Kota Makassar, yakni 55,55 persen. Wiku mengimbau Wali Kota Makassar menjaga potensi penularan kasus di wilayahnya.

Dan yang terakhir, Papua, mengalami kenaikan kasus signifikan dalam lima pekan terakhir, yakni mencapai 43,2 persen. Angka kesembuhannya mengalami penurunan dari 79,7 persen menjadi 76 persen.

Sebanyak 44,83 persen atau 13 kabupaten/kota di Papua berada di zona hijau, 27,59 persen atau 8 kabupaten/kota di zona kuning, dan 27,69 persen atau 8 kabupaten/kota di zona oranye.

"Kami mohon kepada para gubernur, bupati, walikota agar dapat betul2 memantau perkembangan kasus keseluruhan termasuk kematian di wilayahnya. Pelayanan kesehatan baik penanganan cepat dan tepat terutama usia rentan dan gejala berat adalah kunci menekan angka kematian," tambahnya.

Akumulasi kasus corona di Indonesia mencapai 232.628 kasus. Dimana 56.720 diantaranya kasus aktif, 166.686 kasus sembuh dan 9.222 kasus dinyatakan meninggal dunia.

(fey/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK