Tak Seperti Pilkada 2018, Kini Polisi Tak Jabat Pjs Gubernur

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 17:11 WIB
Pada Pilkada 2018 lalu, ada perwira tinggi Polri menjadi Penjabat gubernur Jawa Barat untuk mengisi kekosongan pimpinan pemerintahan. Mendagri Tito Karnavian mengangkat 4 pejabat eselon I menjadi Penjabat sementara gubernur di 4 provinsi yang menggelar pilkada (Antara foto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian resmi mengangkat 4 pejabat Eselon I di lingkungan Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk menjabat sebagai penjabat sementara (Pjs) gubernur di 4 provinsi. Keempat provinsi tersebut adalah Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, Jambi dan Kepulauan Riau.

Tidak ada nama perwira tinggi Polri yang ditunjuk Tito. Tak seperti pada Pilkada 2018 lalu, kala Mendagri Tjahjo Kumolo mengangkat Komjen Pol. Mochamad Iriawan sebagai Pj Gubernur Jawa Barat yang lantas dikritik publik.

Kini, Tito mengangkat Pjs Gubernur empat provinsi dari kalangan pegawai negeri sipil.


Pejabat Eselon I yang dilantik Tito itu di antaranya Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar sebagai Pjs Gubernur Kepulauan Riau. Pelantikan Bahtiar tertuang dalam Keputusan Mendagri Nomor 121.21-2911 Tahun 2020.

Diketahui, Gubernur Kepri petahana, Isdianto kembali maju untuk mencalonkan diri dalam Pilgub Kepri 2020 berpasangan dengan Suryani.

Selain Bahtiar, Tito juga melantik Agus Fathoni sebagai Pjs Gubernur Sulawesi Utara. Agus sendiri kini menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri. Pelantikan Agus sebagai Pjs Gubernur Sulut tertuang dalam Keputusan Mendagri Nomor 121.71-2912 Tahun 2020.

Lalu, Tito turut melantik Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP, Restu Ardi Daud sebagai Pjs Gubernur Jambi. Pelantikan Restu tertuang dalam Keputusan Mendagri Nomor 121.15-2913 Tahun 2020.

Terakhir, Tito melantik Kepala BPSDM Kemendagri, Teguh Setyabudi sebagai Pjs Gubernur Kalimantan Utara. Pelantikan Teguh tertera dalam Keputusan Mendagri Nomor 121.65-2914 Tahun 2020.

Diketahui, ada 9 provinsi yang menggelar pemilihan gubernur pada Pilkada Serentak 2020. Empat di antaranya diisi oleh calon petahana sehingga ada kekosongan kursi pimpinan pemerintahan.

Ada pula kekosongan kursi pimpinan pemerintahan tingkat kabupaten/kota. Kemendagri dan pemprov mengangkat sejumlah penjabat bupati dan wali kota.

Jika ditotal, Kementerian Dalam Negeri menyiapkan 137 Pjs Kepala Daerah untuk menggantikan para kepala daerah yang kembali maju mengikuti Pilkada serentak tahun 2020. Diantara jumlah itu, terdapat 4 Pjs Gubernur dan 133 Pjs Bupati/Wali Kota.

Pada Pilkada 2018 lalu juga ada kekosongan kursi pimpinan pemerintahan tingkat provinsi. Ada beberapa Penjabat gubernur yang diangkat Mendagri Tjahjo Kumolo.

Salah satunya adalah perwira tinggi Polri, Komjen Pol. Mochammad Iriawan atau Iwan Bule sebagai Pj Gubernur Jawa barat. Publik lalu mengkritik keputusan tersebut, karena menilai kalangan sipil yang seharusnya diangkat.

(rzr/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]