Ratusan Restoran, Kantor dan Hotel Ditutup Selama PSBB

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 19:32 WIB
Wagub DKI Jakarta Riza Patria mengungkap 208 kantor hingga hotel selama penerapan PSBB Jilid II. Wagub DKI Jakarta Riza Patria. (Foto: CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup ratusan restoran, kafe, tempat kerja hingga hotel selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid II yang berlangsung sejak 14 September. Ratusan tempat umum itu ditutup karena melanggar aturan dan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Terkait operasi yustisi yang kami lakukan sejak tanggal 14, sudah lebih dari 208 kantor, kafe, restoran, hotel yang kami tutup sementara, karena di situ ada penyebaran (Covid-19) dan ada yang melanggar," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Jumat (25/9).

Kendati begitu, Riza tidak merinci tempat-tempat yang ditutup. Sampai saat ini Pemprov DKI sudah mengantongi sekitar Rp4,6 miliar dari hasil sanksi denda.


Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, untuk pengawasan selama PSBB ini, ada sekitar 20 ribu aparat yang diterjunkan dari TNI-Polri hingga Satpol PP.

Selain itu, sekitar 5 ribu PNS DKI juga ikut diterjunkan mengawasi pelaksanaan aturan dan protokol kesehatan pencegahan Covid.

"PNS kami 5 ribu orang dari Senin sampai Minggu bertugas, dari pagi sampai sore hingga malam melakukan pengawasan, pemantauan di semua unit-unit kegiatan," paparnya.

Meski demikian, Riza tetap meminta warga disiplin menjalankan aturan tanpa perlu diawasi. Menurut dia, salah satu upaya untuk menekan laju penyebaran Covid-19 dengan warga mengikuti protokol.

"Setidaknya melaksanakan 3M, memakai masker menjaga jarak, dan mencuci tangan dan membantu kita semua, pribadi kita, lingkungan kita," ujar Riza.

Pemprov DKI Jakarta secara resmi memperpanjang pelaksanaan PSBB mulai Senin (28/9). PSBB akan diperpanjang selama dua pekan atau hingga 11 Oktober 2020. Untuk perpanjangan PSBB ke depan, menurut Riza, tidak banyak aturan yang akan berubah.

"Ya secara umum kurang lebih sama ya, kita masih berlakukan (aturan yang ada), kita akan lihat. Mudah-mudahan dua minggu ke depan ada perbaikan," pungkasnya.

Pihak Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI sebelumnya menyatakan perpanjangan PSBB akan berdampak pada bertambahnya pengangguran di ibu kota. Pasalnya, perusahan tak akan sanggup lagi membiayai gaji pegawai di tengah minim pemasukan.

Per Mei 2020, jumlah hotel dan restoran di Jakarta yang tutup akibat PSBB mencapai 100. Hingga kini, sebagian besar hotel dan restoran tersebut belum kembali buka karena prospek pasar makin suram dan besarnya kebutuhan modal.

(psp/pris)

[Gambas:Video CNN]