Pemerintah Bakal Bentuk Herd Immunity Covid-19 dengan Vaksin

CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 22:11 WIB
Menko PMK Muhadjir Efeendy mengklaim setelah terbentuk herd immunity, sebanyak 30 persen warga akan aman karena terpagari mereka yang telah memiliki imunitas. Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut pemerintah bakal menciptakan herd immunity dengan vaksin Covid-19. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyinggung herd immunity yang tengah direncanakan pemerintah untuk menangani pandemi virus corona (Covid-19).

Muhadjir mengatakan salah satu langkah pemerintah menciptakan herd immunity adalah lewat pemberian vaksin Covid-19. Vaksin akan disuntikan kepada 147 warga di seluruh pelosok Indonesia.

"Untuk membangun apa? Membangun herd immunity. Jadi apa itu herd immunity? Itu imunitas kawanan, imunitas kawanan atau mereka yang sudah tidak mempan oleh Covid-19," kata Muhadjir saat memberikan kuliah umum secara virtual kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang, Senin (28/9).


Untuk tahap pertama, kata Muhadjir, pemerintah menargetkan terbentuk herd immunity pada 70 persen penduduk. Mereka terdiri dari warga yang telah lolos vaksin dan yang pernah terjangkit Covid-19.

"Itu targetnya sekitar 70 persen penduduk Indonesia. Kalau mereka sudah diimunisasi termasuk mereka yang kena, sudah terkena covid itu punya daya tahan imunitas yang sudah terbentuk," kata dia.

Muhadjir mengklaim setelah terbentuk herd immunity, sebanyak 30 persen warga akan aman lantaran terpagari oleh orang-orang yang telah memiliki imunitas.

Muhadjir berharap rencana tersebut bisa terealisasi saat vaksin, baik yang diimpor dari luar negeri maupun yang dibuat di Indonesia resmi dapat digunakan.

"Nah itu kita harapkan mulai akhir tahun, paling tidak awal tahun depan itu sudah dilakukan dan mudah-mudahan akhir tahun 2021 Indonesia sudah aman dari ancaman Covid-19," ujarnya.

Per Senin (28/9), kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 278.722 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 206.870 orang dinyatakan sembuh dan 10.473 orang meninggal dunia.

(tst/fra)

[Gambas:Video CNN]