Via Boks Virtual, Gibran Blusukan Gang Sempit Solo dari Rumah

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 12:49 WIB
Ketatnya pembatasan kampanye Pilkada di masa pandemi Covid-19 membuat paslon Pilkada Solo, Gibran-Teguh Prakosa membuat inovasi baru menyapa warga. Anggota tim pemenangan calon wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menggotong boks virtual yang digunakan untuk blusukan sang jago dari rumah. (CNN Indonesia/Rosyid)
Solo, CNN Indonesia --

Ketatnya pembatasan kampanye Pilkada serentak 2020 di masa pandemi Covid-19 membuat pasangan calon kepala daerah Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa memikirkan inovasi baru menyapa warga.

Pasangan dengan nomor urut 1 dalam Pilwako Solo ini memanfaatkan alat yang dinamai virtual box untuk memfasilitasi blusukan yang dilakukan Gibran dan Teguh ke kampung-kampung.

CNNIndonesia.com mengikuti salah satu perjalanan boks virtual ala Gibran-Teguh ini saat blusukan di RT 01 02, dan 03, RW 08, Kampung Gabudan, Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Selasa (29/9).


Tim yang membawa boks sudah bersiap di tepi jalan di belakang masjid Muttaqin sekitar pukul 15.00 WIB. Di sana mereka mulai menyiapkan virtual box. Teknisi virtual box, Candra Wisnu Wijayanto ingin memastikan semua perangkat berfungsi dengan benar.

"Oke sudah siap," katanya setelah gambar dan suara Gibran tampil dengan lancar di virtual box.

Virtual box ini berupa sebuah kotak dengan rangka besi berukuran tinggi 1,9 meter, lebar 1 meter, dan kedalaman 60 cm. Kerangka besi itu dibalut dengan lembaran PVC warna merah putih. Kemudian bagian bawah terpasang roda agar virtual box itu agar mudah mobilisasinya.

Pada bagian depan terpampang gambar Gibran dan Teguh mengapit TV 49 inchi yang dipasang secara vertikal. Tepat di samping TV terdapat kamera web dan mikrofon.

Tiga peranti, TV, webcam, dan mikrofon itu tersambung dengan laptop di dalam kotak. Laptop itu sendiri terhubung dengan modem. Di bagian bawah kotak terdapat aki untuk memasok daya ke semua perangkat elektronik tersebut.

Cara kerja virtual box ini cukup sederhana tapi membutuhkan konektivitas internet yang tinggi baik di kedua sisi. Pada dasarnya, warga melakukan telepon video (video call) dengan Gibran. Hanya saja, jika video call biasa dilakukan menggunakan telepon genggam dengan layar 5-7 inchi, kali ini Gibran menggunakan TV 49 inci agar interaksi terasa lebih nyata.

"Kita pakai facebook messenger. Sebenarnya pakai aplikasi lain seperti whatsapp juga bisa. Tapi ini kita pakai messenger dari facebook," ujar Candra.

Candra menerangkan bahwa virtual box ini bisa bertahan 4-5 jam dengan catu daya dari aki yang terpasang. Aki sengaja dipilih karena lebih portabel.

"Kalau pakai genset, kita harus narik kabel panjang," katanya.

Foto Combo Gibran Rakabuming (kiri) dan Bagyo Wahyono (kanan).Dalam Pilkada Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (kiri) bersaing dengan calon dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono (kanan). (CNN Indonesia/ Safir Makki dan Bayu Ardi Isnanto/ detikcom)

Beberapa orang kemudian mendorong virtual box itu menuju rumah ketua warga yang sudah menanti di depan rumah masing-masing. Beberapa di antaranya yang disambangi adalah Ketua RW 08 Lamidi, Ketua RT 01 Paidi, Ketua RT 02 Bambang Suprapto dan Ketua RT 03 Gunadi.

Putra sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu sendiri berada di kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari.

Para ketua warga pun secara bergiliran berbincang dengan Gibran melalui virtual box tersebut. Secara terbuka, sejumlah ketua warga juga ada menyatakan dukungan untuk pasangan Gibran-Teguh di Pilkada 2020. Bahkan mereka mengatakan akan mengajak warganya memilih Gibran pada saat pemungutan suara 9 Desember mendatang.

Di samping itu, mereka juga menyampaikan sejumlah permintaan seperti perangkat sistem pengeras suara (sound system) untuk mendukung pertemuan warga RT 03 hingga penyelesaian masalah genangan air di jalan yang menghubungkan RT01 dan RT 02.

"Karena posisinya yang rendah, kalau hujan sebentar saja sudah tergenang air. Sementara kalau kemarau, saluran air di selokan juga sulit mengalir," ujar Gunadi yang menjadi pemimpin warga di RT03.

Lain halnya dengan Gunadi, Paidi tak meminta banyak. Ia hanya berpesan agar Gibran dan Teguh melanjutkan program-program yang sudah dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo di bawah kepemimpinan FX Hadi Rudyatmo - Achmad Purnomo.

"Saya tidak minta banyak, hanya meminta apa yang sudah dikerjakan sebagai bapak FX Rudyatmo yang sudah bagus kalau bisa dipertahankan," tutur Paidi.

Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa Blusukan OnlineGibran lewat virtual box melakukan bincang-bincang dengan sejumlah ketua warga Kampung Gabudan, Kelurahan Joyosuran, Solo. (CNN Indonesia/Rosyid

Setelah menjawab salam dari warga, Gibran segera memastikan akan melanjutkan program-program Pemkot Solo yang sudah berjalan selama ini.

"Terutama program 3 WMP (waras, mapan, papan) akan kami lanjutkan dan kami tingkatkan," kata Gibran.

Setelah permisi ke tokoh masyarakat setempat, Gibran melanjutkan perjalanan virtualnya menyusuri gang-gang sempit Kampung Gabudan. Sepanjang jalan ia melambaikan tangan dan menyapa warga yang berjajar di depan rumah masing-masing.

Ia tak segan menegur tim yang dirasa mendorong virtual box terlalu cepat.

"Jangan cepat-cepat toh mas. Warga masih dadah-dadah belum sempat menyapa kok sudah didorong saja. Kasihan," tegur Gibran pada anggota timnya.

Sesekali virtual box berhenti sejenak untuk memberi kesempatan warga berbincang dengan Gibran. Salah satu relawan mencatat keluhan dan unek-unek warga yang disampaikan. Sedangkan Gibran sendiri tampak mencatat hal-hal penting yang ditemui selama blusukan. Ia juga mempersilakan warga yang hendak berswafoto bersama virtual box.

Beberapa kali tim terpaksa mendorong virtual box secara menyamping karena lebar gang terlalu sempit. Bahkan virtual box itu sempat terpaksa diangkat empat orang saat melompati polisi tidur.

Kendala Blusukan Online

Blusukan di Kampung Gabudan ini merupakan yang ketiga kalinya sejak masa kampanye dimulai 26 September lalu. Sepanjang blusukan virtualnya di Gabudan, virtual box tidak mengalami kendala koneksi.

Kendala koneksi, kata tim pendukung Gibran, sempat dirasakan saat blusukan di Kampung Bonorejo, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari. Gambar video Gibran mendadak berhenti ketika tengah berbincang dengan salah satu warga.

Kala itu, tim yang berada di lapangan kelabakan memperbaiki koneksi. Mereka bahkan sampai mencoba mengganti laptop di virtual box dengan laptop lain.

Dan, karena perbaikan berjalan lama, Gibran terpaksa beralih ke sambungan telepon menggunakan ponsel salah satu relawan selama tim memperbaiki koneksi internet. Interaksi melalui telepon itu berlangsung sekitar 10 menit.

Teknisi virtual box, Candra mengatakan virtual box membutuhkan koneksi internet yang lancar untuk transmisi audio - video HD (High Definition).

"Di sana (posko) dan sini harus lancar dua-duanya. Kalau salah satu lambat ya tidak bisa. Kemarin saya cek koneksi di sini lancar. Berarti yang lambat koneksinya sana," katanya.

Di hari kedua, putus sinyal kembali terulang saat virtual box blusukan di Kampung Dawung Kulon, Kelurahan Serengan, Kecamatan Serengan. Hanya saja, di putus sinyal di tengah blusukan virutal Gibran di Dawung itu hanya terjadi sekitar 5 menit.

Gibran sendiri mengakui tidak meratanya koneksi internet di tanah air menjadi salah satu ganjalan yang dihadapi saat blusukan virtual.

"Tapi tidak masalah. Yang penting warganya sehat, tidak berkerumun, dan kita tidak melanggar peraturan," kata pria yang sebelumnya dikenal sebagai pengusaha kuliner tersebut.

(syd/kid)

[Gambas:Video CNN]