Tersangka Perusakan Kantor Bupati Keerom Jadi 5 Orang

CNN Indonesia | Selasa, 06/10/2020 12:58 WIB
Polisi menetapkan 5 tersangka kasus perusakan dan pembakaran beberapa kantor dinas di kompleks kantor bupati Keerom, Papua. Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/Herwin Bahar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus perusakan dan pembakaran beberapa kantor dinas yang berada di Kompleks Kantor Bupati Keerom, Arso Kota, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua pada Kamis (1/10) lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menerangkan penetapan tersangka dilakukan usai serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi.

"Penyidik telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Ada yang tertangkap tangan dan ada dari hasil pengembangan penyelidikan," kata Kamal melalui keterangan resmi, Selasa (6/10).


Dia menuturkan 16 saksi telah diperiksa terkait insiden itu. Sebanyak 13 di antaranya merupakan anggota Polri yang melakukan pengamanan saat kejadian.

Selain itu, kata dia, polisi juga memeriksa tiga orang staf pemerintahan yang berada di daerah Kabupaten Keerom.

Saat ini, lanjut Kamal, kepolisian juga sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor) terhadap sejumlah barang bukti yang diambil dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Barang bukti yang diamankan berupa abu arang sisa kebakaran pada bagian dalam ruang kantor dan botol bekas minuman yang diduga berisi akseleran premium serta potongan besi yang digunakan untuk menyulut api," kata Kamal.

Dari hasil penyelidikan, api pertama kali menyulut dari sebuah ruangan bagian di sisi timur kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK). Namun polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran tersebut.

"Selanjutnya akan dibuatkan sketsa TKP dan penyitaan barang bukti di TKP yakni pecahan kaca jendela, pecahan botol jenever yang berisikan bensin, batu, jeriken terbakar," pungkas dia.

Sebelumnya polisi telah menetapkan tiga tersangka atas insiden tersebut.

Sebagai informasi, pembakaran dan perusakan kantor pemerintahan itu dilakukan sekelompok massa yang diduga tidak puas terkait pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Keerom.

Polisi menyebut ada tiga orang yang mengalami luka tembak terkena peluru karet saat kerusuhan yakni AS, OS, dan RM. Dua nama terakhir masih dirawat di RS Bhayangkara di Kotaraja. AS sudah berada di Mapolres Keerom.

Ketiga orang itu terkena peluru karet yang dilontarkan anggota saat berupaya membubarkan massa yang merusak kantor bupati Keerom dan pembakaran kantor Disnaker.

(psp/pris)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK