DPR Jawab Kritik #MosiTidakPercaya soal Pengesahan Ciptaker

CNN Indonesia | Selasa, 06/10/2020 15:23 WIB
Merespons kritik publik terhadap Dewan terkait Omnibus Law, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dengan enteng mempersilakan warga tak memilih mereka lagi. Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengklaim sudah maksimal dalam membahas Omnibus Law. (Foto: CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin tak mempermasalahkan kritik publik soal pengesahan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja, salah satunya dengan tagar #MosiTidakPercaya di media sosial Twitter.

Dia menyebut publik punya opsi untuk tidak memilih lagi para anggota dewan yang tak mereka percayai.

"Ya kalau nanti tidak percaya, nanti pada saat pemilu tidak dipilih. Nanti pada saat Pilkada untuk tidak memilih partai-partai itu," kata Azis kepada wartawan, Selasa (6/10).


Pria yang memimpin rapat pengesahan RUU Ciptaker itu menyatakan para anggota dewan akan kembali terpilih selama dapat dukungan rakyat. Jika dipilih lagi pada Pemilu 2024, kata dia, anggota dewan saat ini akan kembali duduk di parlemen.

Azis juga mengaku tak mau ambil pusing soal omnibus law RUU Cipta Kerja yang jadi trending topic di Twitter. Dia berkata pengesahan RUU itu telah melalui rapat pengambilan keputusan di antara sembilan fraksi.

"Ya trending topic atau tidak trending topic kan tergantung wartawan," tuturnya. "Kunci dari DPR kita akan maksimal berusaha," imbuh Azis.

Lebih lanjut, Azis mempersilakan pihak-pihak yang tak puas dengan UU Cipta Kerja untuk menempuh jalur hukum. Menurutnya, publik bisa mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

"Kalau kita lihat data sistemnya di MK yang digugat itu hampir 90 persen. Sehingga DPR sebagai masukan untuk introspeksi ke depan," ujarnya.

Sebelumnya, DPR dan pemerintah bersepakat mengesahkan omnibus law RUU Cipta Kerja pada Senin (5/10). Draf tersebut tetap disahkan di tengah gelombang penolakan masyarakat.

Keputusan itu pun menuai perdebatan hangat di media sosial. Pakar media sosial dari Drone Emprit, Ismail Fahmi menganalisis ada sejumlah tagar berkaitan dengan pro kontra omnibus law RUU Cipta Kerja.

Tagar-tagar tersebut adalah #MosiTidakPercaya, #TolakOmnisbusLaw, #BatalkanOmnibusLaw, #GagalkanOmnibusLaw, #JegalSampaiGagal, #tolakruuciptakerja, #JegalSampaiBatal, #DPRRIKhianatiRakyat, dam #TolakOmnibusLaw.

Per Selasa (6/10) hingga pukul 15.14 WIB, #DPRRIKhianatiRakyat menguasai pembicaraan alias trending topic nasional. Tagar itu disusul oleh #OmnibusLawSampah, #DPRIMPOSTR, #dprpengkhianat, dan #DPRgoblok.

(dhf/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK