Satgas Waspadai Tempat Rawan Covid Saat Libur Panjang

CNN Indonesia | Rabu, 21/10/2020 02:25 WIB
Satgas Covid-19 mengingatkan masyarakat untuk tetap berdiam diri di rumah pada masa libur panjang dan cuti bersama 28 Oktober-1 November mendatang. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 bakal mengantisipasi sejumlah tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan penularan virus corona pada masa libur panjang dan cuti pada 28 Oktober-1 November ini.

"Pertama adalah upaya antisipasi kerumunan sosial-politik, budaya dan keagamaan, di masa libur panjang," ucap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam Konferensi Pers 'Perkembangan Penanganan Covid-19' di Youtube BNPB, Selasa (20/10).

Cuti bersama dan libur 28 Oktober-1 November bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.


Wiku menuturkan peringatan hari keagamaan di ruang terbuka, serta dihadiri banyak orang diimbau untuk tidak dilakukan. Jika terpaksa dilakukan maka jumlah orang tidak lebih dari 50 persen dari kapasitas yang tersedia.

Kemudian untuk kegiatan politik seperti Pilkada serentak, Wiku mengimbau KPU melakukan langkah antisipasi sejak dini untuk mencegah kerumunan massa pendukung. Konflik antar pemilih juga harus dihindari sehingga Pilkada berjalan damai dan tertib.

"KPU dan aparat terkait harus mengantisipasi potensi terjadinya kerumunan massa peserta dan pendukung seperti Pilkada terutama jika ada konflik penetapan daftar pemilih tetap," tegas Wiku.

Kedua, upaya antisipasi kemunculan kerumunan di sektor ekonomi seperti pusat belanja dan pasar tradisional. Wiku berkata, lembaga yang berwenang seperti swalayan dan mll harus benar-benar menjamin penerapan protokol kesehatan.

"Yang kedua, upaya antisipasi kemunculan kerumunan ekonomi, kementerian serta lembaga yang berwenang harus menjamin penerapan protokol kesehatan secara tepat," ucapnya.

Area transportasi seperti bandara dan pelabuhan juga diharapkan semakin mengetatkan penjagaan di pintu masuk. Pengelola memastikan pengunjung atau pengguna jasa transportasi menerapkan protokol 3M dengan tepat.

Selain itu, Wiku menyebut Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di daerah harus betul-betul memperhatikan peraturan protokol kesehatan di tempat wisata.

Ketiga, antisipasi kerumunan keluarga dan kekerabatan saat berkunjung ke rumah saudara. Menurut Wiku, hal itu dimulai dari berkendara 'aman covid' dengan tetap menerapkan protokol kesehatan selama dalam kendaraan.

"Perhatikan cara berkendara yang aman dengan tetap menggunakan masker dan meminimalkan isi penumpang dalam kendaraan serta menunda terlebih dahulu acara keluarga yang tidak terlalu penting," katanya.

Ia juga meminta warga sebisa mungkin memanfaatkan media komunikasi daring sebagai alternatif untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara, ketimbang harus bertemu langsung.

Keempat, adalah antisipasi kerumunan akibat bencana akibat pengaruh fenomena La Nina di Indonesia. Tempat pengungsian perlu lebih diantisipasi karena rawan menimbulkan kerumunan.

"Karena sekarang sudah mulai timbul bencana usahakan tidak menggunakan tenda untuk evakuasi korban bencana alam, melainkan memanfaatkan fasilitas penginapan yang tersedia untuk mencegah kerumunan," tuturnya.

Wiku pun mengimbau warga agar tidak bepergian saat libur panjang untuk mencegah lonjakan kasus positif.

"Apabila tidak mendesak sebaiknya tetap diam di rumah," ujar Wiku.

Wiku mengingatkan warga untuk belajar dari momen libur panjang saat Idul Fitri dan hari kemerdekaan lalu, yang memicu lonjakan kasus positif. 

Data Satgas Covid-19 menunjukkan, pada libur panjang Idul Fitri 22-25 Mei, terjadi kenaikan kasus positif 69-93 persen setelah dua pekan dari momen lebaran. Kemudian libur panjang pada 20-23 Agustus juga mencatat akumulasi kenaikan kasus mingguan 58-118 persen setelah dua pekan.

"Mari kita belajar berkaca dari sebelumnya, libur lebaran dan hari kemerdekaan terbukti berdampak pada kenaikan kasus positif di tingkat nasional. Hal ini dipicu karena berbagai kunjungan yang dilakukan masyarakat serta ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan," tuturnya.

(mln/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK