PILKADA SURABAYA

Unggul Hasil Survei, Kubu Eri Sebut Ada yang Tak Bisa Tidur

CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2020 03:36 WIB
Kubu paslon Eri Cahyadi-Armuji di Pilkada Surabaya menyindir kubu Machfud Arifin-Mujiaman terkait hasil survei internal. Kubu Eri Cahyadi-Armuji menyebut ada yang tak bisa tidur saat tahu elektabilitasnya unggul atas Machfud Arifin-Mujiaman di Pilkada Surabaya (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Juru bicara paslon Eri Cahyadi-Armuji di Pilkada Surabaya, Anas Karno menyebut ada pihak yang tak bisa tidur baru-baru ini. Alasannya yakni soal Eri-Armuji unggul 6 persen dari Machfud Arifin-Mujiaman dalam survei internal.

"Saya dapat info valid, rupanya ada yang tidak bisa tidur, ada yang sangat galau membaca hasil survei. Baik hasil survei kami maupun pihak lain, intinya sama, yaitu InsyaAllah Mas Eri dan Cak Armudji unggul," kata Anas Karno, kepada media, Senin (25/10).

Anas mengaku bersyukur atas capaian yang menyebutkan Eri dan Armuji unggul. Hal itu menunjukkan bahwa kesolidan pihaknya terbukti dengan baik di lapangan.
Semua partai dan tokoh masing-masing bergerak masif di lapangan. Seluruh relawan bekerja tulus dalam pemenangan.


"Tentu kami bersyukur. Meski tidak mengandalkan politik uang transaksional serta menebar mimpi ke warga, tidak mengandalkan jejeran mobil super mewah untuk kampanye, rupayanya rekam jejak kerja dan ketulusan Mas Eri-Cak Armuji disambut antusias warga," ujarnya.

Anas mengklaim saat ini pihaknya terus mendapat serangan masif di lapangan. Alat peraga kampanye (APK) Eri-Armudji banyak dirusak. Bahkan, ada foto Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang disobek dan dicoret.

"Tapi beliau berdua dengan tegas meminta seluruh kader partai dan relawan untuk stay cool, santun, jangan membalas. APK boleh dirusak, tapi ternyata cinta warga ke Bu Risma, ke Mas Eri, ke Cak Armuji tidak akan pernah bisa dirusak," kata dia.

Anas juga menyebut ada pihak mulai sering marah-marah begitu membaca hasil survei. Bahkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun turut jadi sasaran pelaporan yang membabi buta.

"Bahkan, Bu Risma diserang, dituduh salahi aturan kampanye, padahal ada bukti surat Bu Risma sudah meminta izin ke Ibu Gubernur Jatim, dan sudah diizinkan pula oleh Bu Gubernur," ucap dia.

Sebelumnya, Calon wali kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin mengaku tak ambil pusing soal klaim PDI Perjuangan yang menyebut elektabilitas paslon Eri Cahyadi - Armuji lebih unggul 6 persen. Mantan Kapolda Jawa Timur itu menyikapi dengan santai.

"Ngomong [unggul] 20 persen ya nggak opo-opo (nggak apa-apa)," kata Machfud ditemui di Hotel Mercure, Surabaya, Sabtu (24/10).

Ditanya soal hasil survei internal tentang dirinya bersama Mujiaman Sukirno, Machfud menyebut hal itu belum saatnya dipublikasikan. Machfud mengaku ia tak mau sesumbar.

"Nanti aja kan ada masanya. Yang penting itu pada [hasil] akhirnya saja. Dia ngaku 10 persen, 20 persen, terus kalah kan yo tambah nangis," ucapnya.

(frd/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK