Satgas Covid Minta Warga Tes Sebelum dan Sesudah Perjalanan

CNN Indonesia | Rabu, 28/10/2020 04:30 WIB
Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk melakukan pemeriksaan risiko infeksi virus corona secara mandiri saat bepergian di libur panjang. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Indonesia, Wiku Adisasmito. (Dok. BPMI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia meminta masyarakat untuk melakukan pemeriksaan risiko infeksi virus corona secara mandiri, baik sebelum maupun sesudah melakukan perjalanan menyambut libur panjang 28 Oktober-1 November mendatang.

Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipatif guna menekan potensi laju penyebaran virus corona dalam periode libur panjang.

"Menghadapi libur panjang akhir bulan ini, kami meminta kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan untuk melakukan testing sebelum dan sesudah perjalanan untuk memastikan status kesehatannya terkait Covid-19," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (27/10).


Merujuk data Satgas Penanganan Covid-19, penambahan jumlah kasus positif covid-19 baik secara harian maupun kumulatif mingguan melonjak 69-93 persen sejak libur Idul fitri 22-25 Mei 2020. Lonjakan kasus itu terlihat dalam rentang waktu 10-14 hari kemudian.

Hal serupa juga terjadi pada libur panjang Agustus 2020 lalu.

Penambahan jumlah kasus positif Covid-19 baik secara harian maupun kumulatif mingguan melonjak 58-118 persen sejak libur panjang 20-23 Agustus 2020. Sama seperti kondisi pascalibur Idul Fitri, lonjakan kasus itu terlihat dalam rentang waktu 10-14 hari kemudian.

Selain mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara mandiri, Wiku juga menyatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah pemeriksaan (testing) di setiap daerah.

"Sesuai rekomendasi WHO yang telah menyesuaikan besar populasi Indonesia yaitu 267.000 orang yang dites per minggu," kata dia.

WHO sendiri menetapkan standar pemeriksaan 1 orang tiap 1.000 penduduk per pekan. Dengan asumsi Indonesia memiliki 267 juta penduduk, maka target pemeriksaan seharusnya mencapai 267 ribu orang per minggu.

Sedangkan dengan kemampuan testing Indonesia dengan rata-rata 30 ribu orang per minggu, maka bisa dibilang dalam sepekan menghasilkan jumlah testing 231 ribu orang. Dengan demikian, bisa dikatakan kondisi testing Covid-19 di Indonesia sejauh ini belum memenuhi standar WHO.

Lebih lanjut, terkait jumlah testing, Indonesia mengalami penurunan di bawah angka 20 ribu pada dua hari berturut-turut, yakni pada Minggu (25/10) lalu dengan jumlah 18.992 orang per hari, dan hari ini Senin (26/10) tercatat 19.038 orang per hari.

Sedangkan rata-rata jumlah testing sebelumnya mencapai rata-rata dari 22 ribu hingga 33 ribu kasus, bahkan pada (13/10) mencatat rekor jumlah testing tertinggi sepanjang Oktober dengan 40.012 orang per hari.

"Naik turunnya angka testing disebabkan oleh berbagai faktor antara lain kemampuan laboratorium dan juga ketersediaan reagen," ujar Wiku.

[Gambas:Video CNN]

Untuk diketahui, Pemerintah telah menetapkan 28 Oktober dan 30 Oktober sebagai hari cuti bersama. Ketentuan itu diatur dalam Keputusan Presiden nomor 17 tahun 2020 tentang cuti bersama pegawai Aparatur Sipil Negara yang diteken Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

Tanggal 28 dan 29 Oktober jatuh pada hari Rabu dan Kamis. Itu, artinya pada Jumat 30 Oktober akan menjadi hari terjepit jelang akhir pekan. Dengan begitu masyarakat bakal merasakan momentum lima hari libur panjang.

(khr/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK