Warga Lokal Labuan Bajo Protes Wisata Selam Dikuasai Asing

CNN Indonesia | Sabtu, 07/11/2020 15:19 WIB
Dominasi warga asing yang berbisnis operator wisata selam di Labuan Bajo membuat tumpul mata pencaharian warga lokal. Sejumlah ikan berenang di perairan Labuan Bajo. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Forum Masyarakat Peduli Pariwisata Manggarai, Barat Aloysius Suhartim Karya, mengeluhkan ketimpangan jumlah pelaku bisnis wisata selam antara warga lokal dengan warga asing di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, keberadaan warga asing yang mendominasi operator wisata selam di sekitar Pulau Rinca dan Pulau Komodo membuat tumpul mata pencaharian warga lokal.

"Kami melihat bahwa di Labuan Bajo ini ada 27 unit dive shop dan dive center. Sebanyak jumlah itu, yang kami amati dominan pekerja dari orang asing atau orang luar," kata Aloy dalam diskusi daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Areopagus Indonesia, Sabtu (7/11).


Aloy bilang, mayoritas yang menduduki jabatan kepemilikan bisnis hingga manajer adalah orang asing. Sementara warga lokal sebagian yang bekerja paling mentok menjadi staf, itu pun dengan persentase yang masih sedikit.

Tak hanya membicarakan peluang terkikisnya mata usaha, lebih dari pada itu, Aloy menyoroti perilaku operator wisata selam asing dan wisatawan yang dinilai tidak paham dengan struktur topografi Labuan Bajo.

Aloy mencontohkan, akibat topografi kawasan laut Pulau Komodo yang naik-turun, maka ombak kapanpun bisa tak terkendali.

Aktivitas wisatawan yang menggunakan operator wisata selam asing, kata Aloy, juga dinilai menjurus perusakan ekosistem. Contohnya berpegangan pada terumbu karang jika kaget diterjang ombak. 

"Operator wisata selam asing tidak tahu bahwa di dalam kawasan Taman Nasional Komodo dari 60 titik selam yang dengan arus ombak beragam," jelasnya.

Hal itu menurut Aloy bakal berbeda bila dilakukan oleh operator wisata selam lokal, sebab mereka yang telah lama mendiami kawasan tersebut sudah hapal betul titik-titik selam yang dilindungi dan terbuka bagi wisatawan.

Lebih lanjut, Aloy menilai selain kemampuan berbahasa asing, warga lokal kalah bersaing dalam pemanfaatan teknologi.

Ia menyebut opearator wisata selam asing kerap menjajakan tur wisata dan keindahan Labuan Bajo melalui daring. Mereka juga tak hanya menawarkan kegiatan snorkeling atau diving, namun memberikan paket wisata laut dan darat seperti mengunjungi habitat Komodo.

"Bermodalkan jaringan pengetahuan IT sehingga menjual produk pariwisata di internet. Sedangkan kemampuan dan pengetahuan karakter destinasi itu rendah yang menjadi penyebab kerusakan," jelasnya.

Oleh sebab itu, Aloy meminta pemerintah untuk fokus dalam memberikan fasilitas pengetahuan dan edukasi bagi warga lokal, alih-alih hanya fokus pada pengembangan lokasi wisata menjadi destinasi super premium.

Menurutnya ini adalah PR besar pemerintah untuk menyejahterakan rakyat lokal dan mengentaskan mereka dari persaingan mata pencaharian antara lokal dengan asing.

"Kami menginginkan bahwa sebagai niat Pak Jokowi membangun Labuhan Bajo menjadi super premium. Maka itu perlu didahulukan peningkatan kapasitas SDM lokal, artinya kehadiran pariwisata benar-benar efektif meretas rantai kemiskinan," pungkasnya.

Merespons keluhan Aloy yang mewakili warga lokal Labuan Bajo, Staf Ahli Menparekraf Bidang Pembangunan Bekelanjutan dan Konservasi Frans Teguh mengklaim fokus pemerintah memang tak jauh dari keinginan Aloy.

Namun ia juga meminta masyarakat lokal untuk menyiapkan kader yang bakal menjadi pelaku dalam kemajuan wisata di NTT.

"Saya sangat memahami suasana kebatinan pemerintah, salah satu bentuk usahanya memutus kemiskinan. Yang menjadi concern kami dalam tahapan ini adalah menghadirkan kualitas pariwisata dan membangun infrastruktur," jelasnya.

Teguh bilang, pemerintah sangat berpihak untuk mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu sektor yang mampu menggerakkan pembangunan di wilayah serta pengembangan masyarakat yang bermukim disana.

Infografis Fakta Menarik Taman Nasional KomodoFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Infografis Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
(khr/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK