Pengamen Ondel-ondel Curi Ponsel, Korban Anggap Kasus Ringan

CNN Indonesia | Jumat, 13/11/2020 04:04 WIB
Dua pengamen ondel-ondel yang kedapatan mencuri ponsel hanya dikenakan wajib lapor usai korban enggan membuat laporan lantaran menilai kasusnya ringan. Ilustrasi pencurian ponsel. (Foto: iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua orang pengamen ondel-ondel, A dan AA, ditangkap lantaran kepergok mencuri ponsel milik warga di Kemang Timur, Jakarta Selatan.

Kapolsek Mampang Prapatan Kompol Sujarwo mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (11/11) pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban yang sedang membeli gas, menaruh ponsel di dekat kunci motor.

"Terus diambil sama AA, dia yang main musik ya. Habis itu dikasih ke A, yang pakai ondel-ondel itu," kata dia, saat dihubungi, Kamis (12/11).


Namun, aksi kedua pelaku itu ketahuan oleh warga setempat. Alhasil, warga pun meneriaki pelaku 'maling' dan mengejar mereka.

Kedua pelaku kemudian dibawa ke Polsek Mampang untuk diproses. Namun, korban ternyata tidak mau membuat laporan polisi.

"Kita tanya kenapa enggak mau? Ya perkaranya ringan gitu, jadi pihak korban enggak mau [membuat laporan]," ucap Sujarwo.

Atas dasar itu, kata Sujarwo, kedua pelaku pun diserahkan kembali ke pihak keluarga. Namun, keduanya dikenakan wajib lapor.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak RT setempat untuk melakukan pengawasan terhadap kedua pelaku.

"Kita berikan pengawasan dalam bentuk wajib lapor," ujar Sujarwo.

Peristiwa penangkapan kedua pengamen ondel-ondel itu terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @infokomando.

Dalam video itu, kedua pengamen yang telah berhasil diamankan warga. Tampak pula seorang anggota Babinsa TNI berdiri di depan kedua pelaku.

Lalu setelahnya, dalam video itu terekam tindakan oknum anggota Babinsa TNI itu menendang salah seorang pelaku.

Infografis Ondel OndelInfografis Ondel Ondel. (Foto: CNN Indonesia/Laudy Gracivia)

"Ketangkap Basah Curi Hape, Dua Pemuda Diamankan TNI," demikian keterangan dalam unggahan itu.

CNNIndonesia.com telah mencoba menghubungi Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Inf Refki Efriandana Edwar terkait video tersebut, namun belum mendapat respons.

 

(dis/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK