Klaster Covid Resepsi Pernikahan Sragen, Sekeluarga Meninggal

CNN Indonesia | Jumat, 13/11/2020 15:18 WIB
Satu keluarga positif covid-19 meninggal dunia usai menggelar resepsi pernikahan di Sragen. Penelusuran dilakukan pada 113 undangan. Ilustrasi. Menikah di tengah pandemi covid-19. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengantin perempuan dan kedua orang tuanya di desa Wonorejo, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, meninggal dunia karena positif terjangkit virus corona (covid-19).

Temuan itu membuat kasus ini dikategorikan sebagai klaster baru oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen usai mengadakan acara resepsi pernikahan pada 24 Oktober lalu.

"Klaster baru di Sragen untuk acara pernikahan ini karena tiga orang dalam satu keluarga meninggal, dan setelah ditelusuri sebanyak 113 orang jadi kontak erat dan sudah diperiksa," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen Hargiyanto saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (13/11).


Hargiyanto bilang, ratusan warga yang kontak erat itu melakukan pemeriksaan swab secara bertahap, yang pertama pada Senin (9/11) lalu dilakukan terhadap 51 orang, dan dilanjutkan Selasa (10/11) kepada 62 orang.

Kendati demikian, hingga saat ini Hargiyanto mengaku belum mendapatkan hasil pemeriksaan dari 113 kontak erat itu.

"Hasil masih menunggu belum keluar biasanya 2-3 hari keluar, ini masih ditanyakan ke RSUD dr Moewardi ya," kata dia.

Lebih lanjut, temuan kasus ini berawal saat pengantin perempuan L (28) pulang dari DKI Jakarta pada Kamis (22/10) atau dua hari sebelum resepsi pernikahannya yang digelar di kediaman L secara sederhana.

Setelah acara itu L dan suaminya berangkat ke Wonogiri untuk acara ngunduh mantu pada Senin (26/10). Namun di tengah perjalanan, L mengeluh sakit lantas dibawa ke RSUD dr Moewardi Solo, dan ia dinyatakan positif Covid-19.

L kemudian menjalani isolasi dan dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (5/11) lalu. Sehari setelah L meninggal, ibunya yakni S (57) dibawa ke RSUD Surakarta dan ia dinyatakan Covid-19 dan kemudian meninggal dunia pada Jumat (6/11).

Lalu sang ayah S (60) beberapa hari kemudian mengeluhkan kondisi kesehatannya, sehingga segera dilarikan ke rumah sakit. Kemudian setelah diperiksa, hasil pemeriksaan itu juga menunjukkan sang ayah positif covid-19.

Namun S akhirnya juga menyusul istri dan anak perempuannya, ia meninggal dunia pada Senin (9/11).

"Ayahnya ada keluhan sakit, terus dibawa ke RSUD dr Soeratno," jelas Hargiyanto.

Sementara itu, perkembangan kasus covid-19 di Kabupaten Sragen per Kamis (12/11) menunjukkan sebanyak 1.024 orang dinyatakan positif covid-19.

Dari jumlah itu, sebanyak 794 orang telah sembuh, sementara 44 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

(psp/pris)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK