Satgas: Kapasitas Testing Covid RI Kembali Meningkat

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Sabtu, 21/11/2020 18:49 WIB
Wiku Adisasmito mengatakan kapasitas testing Covid-19 hampir mendekati target standar WHO berada di 86,25 persen pada November minggu kedua. Wiku Adisasmito mengatakan kapasitas testing Covid-19 hampir mendekati target standar WHO berada di 86,25 persen pada November minggu kedua. (Foto: AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah masih terus mengejar ketertinggalan dari pencapaian angka pemeriksaan atau testing Covid-19 sesuai dengan standar yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional Wiku Adisasmito menyebut, sejak awal Juni hingga minggu ketiga Oktober 2020 terlihat tren peningkatan testing.

Meskipun sempat kembali melemah pada dua pekan selanjutnya, jumlah testing yang dilakukan kembali melesat hingga pekan ini.


"Dan kapasitasnya hampir mendekati target standar WHO berada di 86,25 persen pada November minggu kedua," ujarnya dikutip dari laman resmi #SatgasCovid19, Jumat (20/11).

Menurut Wiku, tidak mudah mencapai sistem kesehatan yang sempurna di negara dengan kondisi geografis cukup menantang seperti Indonesia, dengan area yang luas, terdiri atas ribuan pulau dan dipisahkan banyak perairan.

"Akan tetapi, saya tekankan bahwa kondisi ideal tersebut bukan tidak mungkin terjadi karena pencapaian saat ini sudah 86 persen lebih," tegasnya.

Setiap daerah, lanjutnya, harus mengevaluasi untuk memastikan kemampuan testing dilihat dari laboratorium yang ada, kemampuan laboratorium melakukan testing, dan melaporkannya.Wiku mengakui bahwa kondisi ini menjadi evaluasi bersama, khususnya bagi pemerintah daerah terkait kapasitas testing.

Pasalnya, berdasarkan data yang diterima Satgas Penanganan Covid-19, terdapat tren menurunnya kapasitas testing pada hari-hari tertentu, khususnya saat masa liburan.

"Ini harusnya kita hindari karena kita sudah cukup lama menghadapi pandemi Covid-19. Kami menyayangkan hal ini terjadi mengingat virus ini tidak mengenal hari libur, maka kita tidak lepas tangan dalam kondisi ini," lanjut Wiku.

Dia mengimbau pada pemerintah daerah setempat untuk menambah dan memperbaiki mekanisme operasional laboratorium melalui penambahan jumlah sif laboran dan pemberian insentif yang sepadan, serta tentunya koordinasi dengan pemerintah pusat.

Selain itu perlu upaya pemeriksaan terkait kesesuaian reagen dengan alat testing yang digunakan.

(ang/fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK