Fadli Zon: Pangdam Jaya Ini Sudah 'Offside'

CNN Indonesia | Selasa, 24/11/2020 10:54 WIB
Anggota komisi bidang pertahanan DPR Fadli Zon menyatakan Pangdam Jaya Mayjen Dudung tak punya kewenangan menginstruksikan pencopotan baliho Rizieq Shihab. Anggota komisi bidang pertahanan DPR Fadli Zon menyatakan Pangdam Jaya Mayjen Dudung tak punya kewenangan menginstruksikan pencopotan baliho Rizieq Shihab. Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi Bidang Pertahanan DPR RI Fadli Zon menilai Panglima Kodam Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI Mayor Jenderal Dudung Abdurachman telah memberikan perintah yang tidak tepat alias offside terkait penurunan baliho bergambar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Menurutnya, langkah Dudung tersebut telah melanggar aturan dan di luar kewenangan TNI.

"Saya katakan bahwa Pangdam Jaya ini sudah offside, tidak bisa Pangdam [Jaya] memerintahkan untuk pencabutan baliho. Jelas itu melanggar aturan, itu terlalu jauh rentang kendalinya," kata Fadli dalam video yang diunggah di akun Youtube miliknya, Fadli Zon Official pada Minggu (22/11) sebagaimana dilihat CNNIndonesia.com pada Senin (23/11).


Dia menyatakan penurunan baliho Rizieq merupakan peristiwa yang terlihat kecil tetapi sangat terkait dengan prinsip penegakan aturan, khususnya sebagaimana tertuang Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Menurutnya, UU TNI telah menjelaskan secara jelas seputar kedudukan TNI, termasuk soal operasi militer selain perang (OMSP) yang dapat dilakukan oleh TNI.

Fadli menegaskan, penurunan baliho tidak termasuk dalam kategori OSMP yang bisa dilakukan TNI dan merupakan tugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"OSMP kalau kita lihat itu adalah bagaimana pelibatan TNI dalam mengatasi separatisme, terorisme, termasuk sampai perbatasan bencana alam dan kegiatan lain. Itu pun harus ada sebuah keputusan dari politik negara," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.

Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam sesi foto usai mengikuti wawancara khusus dengan LKBN Antara di Wisma Antara, Jakarta, Selasa (27/10/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.Pangdam Jaya Dudung Abdurachman Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Fadli juga menyampaikan bahwa baliho yang menampilkan gambar Rizieq seharusnya tidak diturunkan oleh TNI. Menurutnya baliho itu hanya bentuk ekspresi spontanitas sejumlah masyarakat yang ingin menyambut kepulangan Rizieq.

"Baliho ini adalah sebuah baliho yang merupakan ekspresi spontanitas warga Jakarta, Bogor, dan berbagai tempat lain di Indonesia, mereka sambut kedatangan rizieq yang sudah 3,5 tahun di Arab Saudi dan ada imbauan tentang bagaimana bahaya dan penanganan Covid-19," ujar dia.

Sebelumnya, puluhan prajurit TNI sudah menurunkan baliho yang menampilkan gambar Rizieq sejak pekan lalu.

Pangdam Jaya Dudung telah mengakui pencopotan baliho Rizieq oleh sekelompok orang berbaju loreng dilakukan atas perintahnya.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq itu perintah saya," kata Dudung usai menggelar apel TNI persiapan Pilkada di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (20/11).

Dudung pun menyatakan bakal menangkap para pihak yang kembali memasang baliho bergambar Rizieq.

Dudung menyebut tindakan tegas tersebut tak hanya menyasar pemasang baliho Rizieq, tetapi baliho ilegal lainnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Pasti, sudah pasti kami tangkap, nanti dengan Kapolda kami tangkap," kata Dudung di Markas Kodam Jaya, Jakarta, Senin (23/11).

(mts/gil)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK