Kasus Aktif Corona di Jateng Mayoritas OTG, Isolasi di Rumah

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 10:13 WIB
Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyatakan kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 masih aman meskipun kasus aktif terbilang tinggi. Dinkes Jateng menyebut kasus aktif Covid-19 yang ada di Jateng mayoritas tanpa gejala. Ilustrasi (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah mengatakan kasus aktif atau pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan atau isolasi mayoritas orang tanpa gejala (OTG).

Selain itu, kasus positif Covid-19 yang baru ditemukan pihaknya juga 90 persen berstatus tanpa gejala.

"Kasus aktif sebagian besar OTG yang diisolasi mandiri di rumah, bukan di Rumah sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (25/11).


Dengan banyaknya kasus OTG, Dinkes Jateng bakal memberikan pengawasan dan perlindungan kepada kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit penyerta atau kormobid.

Namun, Yulianto menyebut kapasitas keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rawat inap di RS rujukan Covid-19 di Jateng masih terkendali dan aman.

Jawa Tengah menjadi sorotan dalam penanganan Covid-19. Wilayah yang dipimpin Ganjar Pranowo itu menyumbang kasus aktif Covid-19 terbanyak.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 per Selasa (24/11), kasus aktif di Jawa Tengah mencapai 11.109 orang.

Yulianto menggatakan data Satgas Covid-19 tersebut berbeda dari data yang disajikan Pemprov Jateng. Data pihaknya menunjukan kasus aktif Covid-19 di Jateng hanya 7.463 orang.

Perbedaan data itu, kata Yulianto, kemungkinan disebabkan oleh keterlambatan input data kasus positif dan kasus sembuh. Selain itu, perbedaan batas waktu pelaporan hingga waktu input menurutnya bakal menunjukkan data yang berbeda.

"Sebenarnya data dinamis, dan data bukan temuan kasus baru, itu kasus aktif. Jadi ya kemungkinan sudah banyak yang sembuh tetapi belum tercatat di pusat," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengaku ada keterlambatan dalam pelaporan data kasus positif harian Covid-19 di Jawa Tengah yang membuat berpengaruh pada lonjakan jumlah kasus aktif.

Menurutnya, keterlambatan Satgas Covid-19 pusat dalam memasukkan data menimbulkan selisih angka kasus aktif hingga ribuan kasus.

"Makanya saya kaget, katanya kita paling tinggi. Kita belum sampai ke sana. Bayangkan, bedanya banyak sekali sampai 3.000 data. Kalau besok tiba-tiba dimasukkan dalam rilis angka 3.000 itu, pasti gede, pasti meningkat," kata Ganjar usai rapat evaluasi Covid-19 di Kantor Pemprov Jateng, Selasa (24/11).

(khr/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK