PILKADA MEDAN

Rocky soal Pilkada Medan: Nepotisme Beranak Pinak ke Daerah

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 04:19 WIB
Pengamat politik Rocky Gerung menilai Pilkada Medan menyebut Medan merupakan pertaruhan antara hidup dengan demokrasi atau nepotisme. Akademisi yang juga pengamat politik Rocky Gerung menyindir nepotisme di Pilkada Kota Medan (CNN Indonesia/Safir Makki)
Medan, CNN Indonesia --

Pengamat politik Rocky Gerung menyinggung praktik nepotisme yang "beranak pinak" hingga ke daerah terkait gelaran Pilkada Kota Medan.

Diketahui, Pilkada Medan 2020 menampilkan paslon nomor urut 1 Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi dan paslon nomor urut 2 Bobby Nasution-Aulia Rachman.

Salah satu calon, yakni Bobby, merupakan menantu dari Presiden Jokowi. Sementara, Akhyar merupakan petahana Wali Kota Medan.


"Kalau dia nepotisme di pusat oke, diselesaikan di pusat. Tapi nepotisme pusat kemudian beranak-pinak sampai ke daerah," kata Rocky, tanpa menyebut nama kandidat tertentu, di Medan, Rabu (25/11).

"Medan adalah pertaruhan apakah kita ingin hidup dengan nepotisme atau dengan demokrasi," tambahnya.

Sebagai antitesisnya, Rocky lebih condong mendukung calon wali kota yang terbebas dari praktik nepotisme.

Sembari menyinggung hasil survei, Rocky menyebut ada keinginan masyarakat Kota Medan untuk terhindar dari nepotisme.

"Karena ada problem, bukan cuma di Medan, tapi di nasional. Medan artinya Merdeka dari Nepotisme. Dan memang itu satu satunya isu nasional, ada nepotisme," katanya.

Sebelumnya, hasil survei Roda Tiga Konsultan menyatakan elektabilitas Akhyar-Salman 53,1 persen sementara Bobby-Aulia sebesar 37,3 persen.

(fnr/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK