Polisi Gelar Rapid Test Massal di Petamburan Hari Ini

CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 07:35 WIB
Polisi menggandeng Satgas, TNI, dan Pemda DKI dalam rapid test massal di Petamburan hari ini, sebagai tindak lanjut dari kerumunan Rizieq Shihab. Penyemprotan disinfektan di kawasan Petamburan Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Bisma Septalismaa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya kembali menggelar tes cepat (rapid test) massal bagi warga di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, setelah sebelumnya menemukan lima orang yang reaktif.

"Sebagai bahan informasi, Jumat besok [hari ini] kita akan rapid lagi, massal di Petamburan," kata Kabid Humas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Kamis (26/11).

Yusri mengatakan Polda Metro Jaya akan bekerja sama dengan gugus tugas penanganan Covid-19 DKI Jakarta dalam kegiatan tes cepat massal tersebut.


"Melibatkan teman TNI dan Pemda DKI Jakarta, dalam hal ini gugus tugas yang kita mengedepankan nanti dalam tes usap di Petamburan," tambahnya.

Lebih lanjut Yusri mengatakan dalam tes cepat sebelumnya ada lima orang yang reaktif, namun saat akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, tiga orang di antaranya sudah meninggalkan lokasi tes sehingga pihak gugus tugas masih melacak keberadaan tiga orang tersebut.

"Kemarin itu sempat ada reaktif sekitar lima orang tapi kita tes ulang lagi tiga yang meninggalkan tempat. Nah ini yang masih kita susuri," kata Yusri.

Sedangkan dua orang yang berada di lokasi diminta untuk melakukan tes usap antigen dengan hasil negatif Covid-19.

Polda Metro Jaya menggelar tes cepat dan tes usap di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, setelah terjadinya pelanggaran protokol kesehatan dengan timbulnya kerumunan massa pada Sabtu (14/11) lalu.

Polisi telah memulai penyelidikan dengan melakukan klarifikasi terhadap Pemda DKI Jakarta, panitia acara dan pihak-pihak terkait acara tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah salah satu pihak yang dipanggil oleh Polda Metro Jaya terkait kegiatan tersebut.

Penyidik Kepolisian juga turut memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan beberapa Kepala Dinas DKI Jakarta untuk diklarifikasi.

Selain itu, penyidik memanggil Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW), satpam atau linmas, lurah dan camat setempat serta Wali Kota Jakarta Pusat.

(Antara/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK