20 Banser Jaga Rumah Orang Tua Mahfud MD Pakai Sistem Sif

CNN Indonesia | Kamis, 03/12/2020 09:05 WIB
Banser NU menerapkan sistem sif dalam menjaga rumah orang tua Menko Polhukam Mahfud MD bersama kepolisian setempat. Ilustrasi Banser NU. (Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Sampang, CNN Indonesia --

Sebanyak 20 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan sejumlah personel Polres Pamekasan, Jawa Timur, menjaga kediaman orang tua Menko Polhukam Mahfud MD menyusul adanya aksi pengepungan oleh ratusan massa simpatisan Rizieq Shihab ke rumah itu, Selasa (1/12).

"Ada 20 orang anggota Banser Pamekasan yang kami tugaskan secara khusus untuk menjaga rumah orang tua Menko Polhukam," kata Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Pamekasan Syafiudin di rumah orangtua Mahfud MD di Pamekasan, Rabu (2/11) dikutip dari Antara.

Para personel Banser Pamekasan itu bertugas secara bergantian membantu polisi masing-masing lima orang setiap sif. Penjagaan itu disebut akan terus dilakukan hingga kondisi dirasa benar-benar aman.


Pada Rabu (2/12) malam, terpantau sebanyak lima orang anggota Banser dan tiga personel polisi berseragam lengkap, serta enam personel polisi berpakaian sipil dari unsur Intelkam dan Reskrim Polres Pamekasan berjaga-jaga di depan rumah orangtua Menko Polhukam di Jalan Dirgahayu, Pamekasan.

Menurut Syafi, pelibatan Banser dalam kasus pengepungan rumah orang tua Menko Polhukam itu bukan hanya semata yang bersangkutan merupakan tokoh NU, akan tetapi juga karena aksi yang dilakukan kelompok massa itu telah mencederai nilai-nilai demokrasi dan mengancam keutuhan NKRI.

"NU ini kan berjuang untuk NKRI dan nilai-nilai Islam yang damai," kata Syafi.

Sebelumnya pada Selasa (1/12), rumah orang tua Menko Polhukam Mahfud MD di Jalan Dirgahayu, Pamekasan, tiba-tiba didatangi ratusan orang yang datang dengan menumpang beberapa truk.

Massa sempat berorasi dan meneror ibunda Mahfud MD yang ada di dalam rumah sebelum dihalau oleh polisi.

Sebelum mengepung rumah yang ditempati orang tua Mahfud MD itu, massa telah mendatangi Mapolres Pamekasan. Dalam orasinya, massa meminta agar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tidak dijadikan tersangka.

Terpisah, sejumlah massa dari Front Pembela Islam (FPI) berdemo di depan Polres Sampang, Jawa Timur, Rabu (2/11). Mereka menolak proses hukum terhadap Imam Besar FPI Rizieq Shihab terkait kasus kerumunan massa di acara pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta.

Massa sebelumnya bergerak dari Gedung DPRD ke Mapolres Sampang sambil berselawat. Mereka berpakaian putih dan berserban.

"Kita umat Islam menolak Habieb Rizieq dipanggil polisi. Ini tidak adil, sementara kelompok sebelah sering melakukan kegiatan serupa, tetapi justru dibiarkan dan tidak terjadi apa-apa," kata Sekertaris DPC FPI Madura, Nasrullah, Rabu (3/12).

Infografis Sepak Terjang FPI 1Infografis Sepak Terjang FPI. (Foto: CNN Indonesia/Asfahan Yahsyi)

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz melalui Kasat Intel AKP Dhani Parijono menegaskan, akan menampung semua aspirasi masyarakat sesuai tuntutan yang disampaikan.

"Mereka menyampaikan aspirasi terkait perkembangan kabar yang ada di Jakarta. Tentu apa yang menjadi pemikiran mereka kita terima. Karena itu memang kebebasan menyampaikan aspirasi. Nanti kita akan sampaikan pada pimpinan," ujar Dhani.

Mengenai surat tuntutan keberatan dari massa FPI itu, Dhani menyebut pihaknya terlebih dahulu akan melakukan musyawarah serta menunggu arahan pimpinan.

"Kapan surat tuntutan itu akan dilayangkan ke pusat, nanti kita tunggu petunjuk dari pimpinan," pungkasnya.

(nrs/Antara/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK