Drama di Petamburan, Brimob Ikut Antar Surat untuk Rizieq

CNN Indonesia | Kamis, 03/12/2020 07:31 WIB
Rombongan polisi bolak balik ke Petamburan hanya untuk mengantar surat panggilan Rizieq Shihab. Pasukan Brimob diterjunkan untuk mengurai blokade Laskar FPI. Rombongan polisi bolak balik ke Petamburan hanya untuk mengantar surat panggilan Rizieq Shihab. Pasukan Brimob diterjunkan untuk mengurai blokade Laskar FPI. Foto: CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra
Jakarta, CNN Indonesia --

Suasana di Gang Paksi, Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat mendadak riuh pada Rabu (2/12) ba'da zuhur atau sekitar pukul 13.00 WIB. Massa dan simpatisan Front Pembela Islam (FPI) merapatkan barisan membuat blokade akses masuk ke rumah Rizieq Shihab

Barisan Laskar FPI itu menolak kedatangan rombongan polisi yang hendak menyerahkan surat panggilan kedua kepada Rizieq Shihab.

Itu kali kedua pihak kepolisian menyambangi kediaman Rizieq di hari yang sama. Polisi dengan tenang bernegosiasi menjelaskan maksud kedatangannya. Mereka aparat kepolisian dari jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya yang didampingi oleh Kapolsek Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan.


Pekikan selawat dan kalimat umpatan mewarnai jalannya negosiasi yang berlangsung alot. Massa FPI kukuh tak mengizinkan polisi masuk menemui pihak Rizieq.

"Kami enggak ikhlas, enggak rida," seru seorang warga dengan tangis air mata yang begitu terlihat di kedua bola matanya. Pria tersebut lantas ditenangkan oleh rekannya.

Sekitar 45 menit terlibat dalam suasana tegang, salah satu anggota polisi dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya dipersilakan masuk. Namun tak berselang lama ia keluar kembali. Surat pemanggilan belum berhasil diserahkan kepada pihak Rizieq.

Simpatisan FPI seketika membandingkan upaya hukum yang tengah berjalan dengan kerumunan Pilkada di Solo, Jawa Tengah. Mereka menilai aparat kepolisian tidak adil.

"Hayya alal jihad. Yang di Solo enggak dicari yang di Solo. Ada apaan di Solo," kata warga lainnya.

Sejumlah aparat kepolisian mendatangi kediaman Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (2/12) siang.Sejumlah aparat kepolisian mendatangi kediaman Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (2/12) siang. Foto: CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra

Seruan itu mengiringi kepulangan sejumlah aparat kepolisian. Makian 'menghujani' mereka ketika berjalan ke luar Jalan Petamburan III.

Tak hanya itu, awak media pun tak lepas dari intimidasi yang dilakukan oleh massa FPI. Mereka terlihat mendorong-dorong badan wartawan dengan maksud menyuruhnya pergi.

'Keluar, Lu!" timpal warga.

Beberapa jam setelah peristiwa itu, menjelang malam, kepolisian kembali menyambangi kediaman Rizieq. Kali ini, mereka dikawal oleh belasan Brimob. Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Calvijn Simanjuntak, memimpin kegiatan penyerahan surat panggilan.

Tak ada 'perlawanan' yang diperlihatkan oleh Massa FPI meskipun mereka sempat membuat blokade. Salah seorang pejabat kepolisian menegaskan kedatangannya hanya untuk mengirim surat panggilan dan meminta massa FPI tak mempersulit.

"Insyaallah saya mengantarkan panggilan untuk panggilannya Pak Habib Rizieq. Insyaallah saya lakukan sekarang. Mohon izin," imbuhnya.

Sekitar 10 menit berjalan, surat berhasil diserahkan tanpa ada 'drama' sebagaimana pertemuan kedua.

Berdasarkan informasi dari Wakil Sekretaris Umum FPI, Aziz Yanuar, surat tersebut berisikan permintaan agar Rizieq dan menantunya Muhammad Hanif Alatas memenuhi panggilan untuk diperiksa sebagai saksi pada Senin, 7 Desember 2020.

Aziz menegaskan pihaknya tak memerintahkan anggota dan laskar FPI untuk mengusir aparat kepolisian yang hendak mengantar surat panggilan ke rumah Rizieq.

"Kalau instruksi [usir] gitu enggak ada. Enggak boleh ya," kata Aziz kepada CNNIndonesia.com, Rabu (2/12).

Aziz mengaku tak mengetahui alasan massa dan laskar FPI mengusir aparat kepolisian. Ia lantas mengimbau kepada sesama muslim untuk bersikap sebaik mungkin tanpa ada yang dirugikan.

(ryn/gil)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK