Tolak Kasasi, MA Vonis Mati Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi

CNN Indonesia | Jumat, 04/12/2020 11:56 WIB
Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi terpidana hukuman mati pembunuh satu keluarga di Bekasi, Harry Aris Sandigon alias Harris Simamora. Tersangka HS saat melakukan rekonstruksi pembunuhan satu keluarga di tempat kejadian perkara di Bekasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi Harry Aris Sandigon alias Harris Simamora, terpidana hukuman mati pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi.

"Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa Harry Aris Sandigon alias Harris alias Ari tersebut," demikian bunyi putusan kasasi di situs MA, sebagaimana dikutip CNNIndonesia.com, Jumat (4/12).


Majelis Hakim diketuai oleh Burhan Dahlan dengan didampingi hakim anggota Hidayat Manao dan panitera Pranata Subhan. Putusan dibacakan majelis hakim pada 29 Januari 2020.

Kasus ini bermula pada 2018, ketika Harris membunuh keluarga Daperum Nainggolan. Harris membunuh Daperum, istri Daperum yang bernama Maya Boru Ambarita, serta dua anak Daperum yang bernama Sarah Nainggolan dan Yehezkiel Arya Paskah Nainggolan.

Pembunuhan itu dilatari rasa sakit hati Harris yang mendapatkan cacian serta makian dari Daperum. Niat untuk menghabisi keluarga Daperum tiba-tiba muncul usai Harris melihat linggis yang tergeletak di dapur.

Harris langsung mengambil linggis dan memukul kepala Daperum serta Maya. Aksi itu kemudian diikuti penusukan hingga menghilangkan nyawa pasangan suami-istri tersebut.

Setelah itu, aksi Harris dilanjutkan dengan menghabisi nyawa dua anak Daperum, Sarah dan Arya.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim beranggapan bahwa perbuatan Harris membunuh satu keluarga di Bekasi tidak dilakukan secara spontan dan seketika. Harris dinilai melakukan pembunuhan berencana terhadap keluarga beranggotakan empat orang di Bekasi tersebut.

"Berdasarkan hal-hal tersebut, terang dan jelas terdapat waktu yang cukup bagi Terdakwa untuk mempertimbangkan atas perbuatan yang akan dilakukannya itu," kata majelis hakim.

"Dan Terdakwa memutuskan untuk membunuh para korban dengan cara-cara tersebut di atas. Dengan demikian, perbuatan Terdakwa incasu tidak melanggar dakwaan Penuntut Umum Pasal 340 KUHP," lanjut majelis hakim. 

(dmi/nma/NMA)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK