UPDATE CORONA 9 DESEMBER 2020

Pilkada 2020, Kasus Kematian Covid Tembus Rekor 171 Orang

CNN Indonesia | Rabu, 09/12/2020 16:07 WIB
Laju penyebaran covid-19 di Indonesia masih menunjukkan tren naik. Rekor kematian tercipta sebanyak 171 orang. Ilustrasi. Tenaga medis di RS Rujukan Pasien Covid-19. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus positif covid-19 harian bertambah 6.058 pada Rabu (9/12). Bertepatan dengan gelaran Pilkada 2020 di sejumlah daerah, akumulasi kasus positif covid-19 di Indonesia mencapai 592.900 kasus. Rekor tercipta di kasus kematian: 171 kasus.

Dari total jumlah tersebut, angka kematian tercatat berada di angka 18.171. Angka kematian hari ini pecah rekor dari sebelumnya tanggal 27 dan 29 November sebanyak 169 kasus. Sementara itu total jumlah pasien sembuh mencapai 487.445 pasien, setelah penambahan hari ini sebanyak 3.948 pasien.

Dilansir dari laman Satgas Covid, hingga hari ini terdapat 69.879 suspek di seluruh Indonesia. Selain itu, sebanyak 56.034 spesimen yang diperiksa di seluruh Indonesia dalam 24 jam terakhir hingga pukul 12.00 WIB.


Tepat hari ini Pilkada 2020 di sejumlah daerah digelar. Pemerintah berharap dengan protokol kesehatan yang ketat, pilkada tidak menjadi klaster baru penyebaran covid di Indonesia. Sebanyak 100,3 juta warga Indonesia memilih.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap tidak ada penyebaran Covid-19 saat hari pemungutan suara.

"Kita menjaga agar semua tahapan pilkada termasuk tanggal 9 Desember besok itu tidak menjadi media penularan Covid-19 karena adanya potensi interaksi dan juga potensi kerumunan," kata Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (8/12).

Tito menyebut ada sekitar 70 ribu kegiatan kampanye pada rentang waktu 26 September-5 Desember 2020. Sebanyak 2,2 persen di antaranya berujung pelanggaran, baik protokol kesehatan ataupun aturan lainnya.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan vaksin merupakan salah satu dari tiga strategi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menangani pandemi.

Strategi pertama adalah perubahan perilaku dengan menerapkan protokol 3M yakni #pakaimasker, #cucitangan, dan #jagajarak serta 3T yakni tracing, testing, dan treatment.

Kedua, yakni perawatan di rumah sakit atau therapeutic bagi yang sudah sakit. Ketiga, yaitu strategi vaksinasi untuk orang-orang yang masih sehat.

"Oleh karena itu, saya menekankan bahwa seluruh masyarakat harus memahami bahwa ketiganya harus dilakukan secara bersamaan, tidak bisa hanya salah satu. Kita harus melakukan 3M, 3T, meningkatkan kemampuan perawatan RS kita dan mendapatkan vaksin untuk disuntikkan kepada masyarakat," kata Budi dalam keterangan pers virtual di kantor KPC PEN, Jakarta, Selasa (8/12).

(tim/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK