Jakarta, CNN Indonesia -- Tim kuasa hukum Polda Metro Jaya mencecar saksi yang dihadirkan oleh kuasa hukum Rizieq Shihab dalam sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/1).
Polisi mempertanyakan pernyataan saksi, Abdul Qodir yang juga tetangga Rizieq. Qadir menyebut polisi justru mengamankan kegiatan Maulid Nabi yang digelar Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat, bukan malah membubarkan.
Awalnya, Qodir mengaku melihat sejumlah aparat gabungan dari unsur polisi, TNI, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan di lokasi acara Maulid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, ada polisi, Dishub, TNI, Satpol PP," kata Qadir saat bersaksi di PN Jaksel, Kamis (7/1)
Dia memperkirakan jumlah aparat gabungan kala itu sekitar lebih dari 200 orang. Qadir juga menyebut di kawasan itu terdapat markas Brimob.
Menurut pengamatannya, aparat justru memberi pengamanan dengan cara membantu mengatur lalu lintas di sekitar acara. Aparat juga mengingatkan sejumlah protokol kesehatan Covid-19.
Tim kuasa hukum Rizieq beberapa kali menegaskan pertanyaannya untuk memastikan bahwa aparat yang berada di lokasi tidak melakukan pembubaran kerumunan. Saksi tetap yakin bahwa tidak ada upaya pembubaran kerumunan oleh polisi.
"Mereka (aparat) menjaga acara, bukan membubarkan, mengatur lalu lintas juga. Enggak ada (pembubaran) semuanya mengamankan, Satpol PP pakai toa mengingatkan jaga jarak. Yang saya dengar selalu jaga jarak, pakai masker," kata Qodir.
 Suasana acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri Rizieq Shihab di Markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 November 2020. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
Tim kuasa hukum Polda metro Jaya pun langsung mencecar saksi setelah diberi kesempatan oleh hakim tunggal Akhmad Sahyuti dalam sidang.
Pertama, mereka mempertanyakan kesaksian tersebut. Menurutnya, saksi tak dapat menyatakan bahwa polisi memberi pengamanan jika tak ada dasar yang jelas.
"Dari mana saksi tahu itu mengamankan? Apakah saksi melihat surat tugas pengamanan, apa hanya penglihatan saksi saja?" tanya tim hukum Polda Metro.
"Kalau untuk surat tugas tidak mungkin saya tanya, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri jelas memakai atribut polisi, Satpol PP, sebagian ada yang bawa tulisan," jawab Qodir.
"Hanya pandangan saja sehingga mengatakan pengamanan? Itu yang kami tanyakan, kok saksi mengetahui mengamankan?" timpal kepolisian lagi.
"Kan, saya melihat," jawabnya singkat.
Rizieq Shihab mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka terhadap dirinya oleh Polda Metro Jaya. Pihak Rizieq mempermasalahkan penggunaan pasal dalam KUHP oleh kepolisian. Akibat penggunaan pasal tersebut, Rizieq kini ditahan.
Dalam permohonan praperadilan ini, setidaknya ada tiga pihak yang digugat sebagai Termohon. Mereka yaitu Penyidik cq Kepala Subditkamneg Ditreskrimum cq Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sebagai Termohon I, Kapolda Metro Jaya sebagai Termohon II dan Kapolri sebagai Termohon III.
Klaim Saksi Tak Ada Covid-19 di Petamburan
Sidang gugatan praperadilan ini terkait penetapan tersangka Rizieq Shihab dalam kasus penghasutan kerumunan massa yang terjadi di Petamburan pada 10 November 2020. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Dalam sidang praperadilan itu, Qodir mengklaim tidak ada warga yang terpapar virus corona di sektiar wilayah Petamburan Raya.
Saksi merupakan warga di wilayah Petamburan Raya, RT 001/RT 001. Selama ini dia tidak pernah mendengar kabar bahwa warga terpapar Covid-19 usaikegiatan yang digelar Rizieq.
"Ada enggak sepengetahuan saudara saksi, warga RT setempat setelah acara Maulid terkena Covid?" tanya kuasa hukumRizieq, Kamil Pasha dalam sidang.
"Sampai sekarang sih gak ada (yang terpapar)," jawab Qodir.
Pernyataan Qodir itu sempat dipertanyakan oleh kuasa hukum Polda Metro Jaya. Mereka ingin memastikan bahwa keterangan tersebut hanya berlaku di wilayah sekitar saksi yang dihadirkan.
"Wilayah saksi yang mana, yang saksi ketahui bahwa sampai saat ini tidak ada Covid-19. Apa yang saksi yakini," tanya kuasa hukum dari kepolisian.
"Petamburan Raya, RT 001/ RW 001," jawabnya.
"Sampai saat ini tidak ada Covid?" tanya polisi lagi.
"Alhamdulilah tidak," jawabnya.
Sebagai informasi, usai rangkaian kegiatan yang terjadi di Petamburan itu, Ketua Satgas Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengatakan ada tujuh orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada November 2019.
Doni mengatakan klaster Petamburan itu didapati pihaknya setelah melakukan tes usap (swab) virus corona terhadap 15 orang, termasuk kepada Lurah Petamburan Setiyanto.